Bulan Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam kalender Islam dan menjadi bulan yang penuh berkah karena berada satu bulan sebelum Ramadan.
Dalam Islam, malam Nisfu Sya’ban memiliki banyak keutamaan.
Malam ini disebut sebagai malam pengampunan, malam dikabulkannya doa, serta malam persiapan untuk menyambut Ramadan.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amalan sunnah di malam ini.
Dikutip Radar Lawu dari akun resmi PP Darussa’adah Lirboyo Kediri, Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan agar malam Nisfu Sya’ban semakin berkah.
- Menulis Surat Shod Ayat 54
Salah satu amalan yang dianjurkan oleh ulama salaf dan habaib pada malam Nisfu Sya’ban adalah menulis Surat Shod ayat 54, yang berbunyi:
اِنَّ هٰذَا لَرِزْقُنَا مَا لَهٗ مِنْ نَّفَادٍۚ
Tulisan latinnya :
Inna hāżā larizqunā mā lahụ min nafād
Artinya : "Sesungguhnya ini benar-benar rezeki kami yang tiada habis-habisnya."
Barang siapa menulis ayat ini setelah masuk waktu Magrib hingga sebelum Subuh, lalu meletakkannya di tempat menyimpan uang seperti dompet, brankas, atau tabungan, maka rezekinya akan terus mengalir sepanjang tahun dan tidak akan terputus.
Menurut Al-Habib Salim As-Syatiri, setelah menulis ayat ini, dianjurkan untuk langsung menyimpannya tanpa membacanya atau membukanya kembali hingga tahun depan.
Selain itu, disarankan untuk menulisnya dalam keadaan suci (berwudhu) agar mendapatkan keberkahan yang lebih besar.
- Berdoa di Malam Nisfu Sya’ban
Malam Nisfu Sya’ban adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Dalam hadits disebutkan:
"Terdapat lima malam di mana doa-doa tidak akan tertolak, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jumat, serta dua malam hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha)." HR. Ad-Dailamiy
- Membaca Surat Yasin Tiga Kali
Dalam kitab Kanzun Najah wa Surur (halaman 158-161), dianjurkan untuk membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali pada malam Nisfu Sya’ban, dengan niat yang berbeda-beda:
- Yasin pertama: Memohon panjang umur dalam ketaatan dan ibadah.
- Yasin kedua: Memohon perlindungan dari segala musibah dan bencana.
- Yasin ketiga: Memohon agar tidak bergantung atau meminta-minta kepada selain Allah SWT
Menurut Syaikh Al-Hasan bin Al-Quthbi Abdullah bin ‘Alwiy Al-Haddad, waktu yang paling utama untuk membaca Surat Yasin adalah sesaat setelah sholat Magrib.
Setiap kali selesai membaca Surat Yasin, dianjurkan untuk membaca Doa Nisfu Sya’ban, yang memiliki keutamaan besar bagi kehidupan dunia dan akhirat, berikut doanya :
Sayyid Utsman bin Yahya menambahkan, adapun doa yang dipanjatkan saat malam nisfu Sya’ban yaitu:
اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا
Tulisan latinnya :
Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn.
Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât.
Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.
Artinya, “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat.
Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.
Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku.
Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki.
Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.”
Malam Nisfu Sya’ban adalah malam penuh berkah yang sebaiknya tidak dilewatkan begitu saja.
Semoga kita semua bisa memanfaatkan malam Nisfu Sya’ban ini dengan sebaik-baiknya dan mendapatkan ridha Allah SWT. Aamiin. (*)
Editor : Riana M.