Jawa Pos Radar Lawu - Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunah yang dilaksanakan pada pertengahan bulan dalam kalender Hijriah, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan.
Dasar anjuran puasa ini bersumber dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dzar RA, di mana Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk berpuasa pada hari-hari tersebut.
Dalam hadits disebutkan, "Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk berpuasa pada Ayyamul Bidh 13, 14, dan 15." (HR Ahmad dan At Tirmidzi).
Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan yang luar biasa, di antaranya setara dengan berpuasa satu tahun penuh.
Hadits dari Ibnu Milhan Al-Qaisy RA menegaskan, "Rasulullah SAW biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada Ayyamul Bidh yaitu 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriah)."
Dan beliau bersabda, "Puasa Ayyamul Bidh itu seperti puasa setahun." (HR Abu Daud).
Menurut buku “Panduan Praktis Ibadah Puasa” karya Drs. E. Syamsuddin dan Ahmad Syahirul Alim Lc, puasa Ayyamul Bidh juga bertepatan dengan fenomena bulan purnama, menambah nilai spiritual dari ibadah ini.
Berikut adalah jadwal puasa Ayyamul Bidh untuk bulan September 2024 berdasarkan kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag RI).
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Bulan September 2024:
- Selasa, 17 September 2024 / 13 Rabiul Awal 1446 H
- Rabu, 18 September 2024 / 14 Rabiul Awal 1446 H
- Kamis, 19 September 2024 / 15 Rabiul Awal 1446 H
Niat Puasa Ayyamul Bidh
Berdasarkan buku “Puasa Wajib dan Sunnah” oleh Marfuah S.Pd.I, niat puasa Ayyamul Bidh adalah sebagai berikut:
Nawaitu sauma ayyami bidh sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa hari-hari putih, sunah karena Allah ta'ala."
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh bagi Muslim
1. Salah Satu Wasiat Nabi Muhammad SAW
Dalam buku Minhajul Muslim, karya Syaikh Abu Bakar Jabar Al-Jazairi yang diterjemahkan oleh Fedrian Hasmand, puasa Ayyamul Bidh termasuk dalam wasiat Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW berpesan kepada umatnya untuk melakukan tiga hal yaitu, berpuasa tiga hari setiap bulan, melaksanakan dua rakaat shalat dhuha, dan tidak tidur sebelum menunaikan shalat witir.
Abu Darda RA meriwayatkan, "Kekasihku (Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam) berwasiat kepadaku dengan tiga perkara, aku tidak akan meninggalkannya selama aku hidup; berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, dua rakaat dhuha, dan tidak tidur sampai aku shalat witir." (HR Bukhari).
2. Kebiasaan Rasulullah SAW Semasa Hidupnya
Dalam Kitab Fikih Sehari-hari, karya A.R. Shohibul Ulum, disebutkan bahwa puasa Ayyamul Bidh adalah kebiasaan Rasulullah SAW. Beliau senantiasa menjalankannya, baik ketika berada di rumah maupun dalam perjalanan. Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan puasa Ayyamul Bidh.
Hadits dari An-Nasa'i menjelaskan, "Rasulullah SAW tidak pernah berbuka (selalu berpuasa) pada Ayyamul Bidh, baik beliau berada di rumah maupun sedang bepergian."
3. Mengistirahatkan Organ Tubuh
Dalam buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa, oleh Ali Amrin al-Qurawy, dijelaskan bahwa puasa memberikan kesempatan bagi organ tubuh untuk beristirahat. Ketika berpuasa, organ-organ tubuh tidak terus menerus menerima asupan, sehingga memiliki waktu untuk pulih dan tidak cepat rusak.
Nabi Muhammad SAW, menganjurkan puasa Ayyamul Bidh sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan umatnya. Puasa Ayyamul Bidh tidak hanya menambah pahala, tetapi juga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan spiritual.
Jangan lewatkan kesempatan untuk melaksanakan puasa ini pada bulan September 2024, dan semoga kita semua dapat menjalankannya dengan ikhlas dan penuh keikhlasan. (okta)
Editor : Riana M.