Jawa Pos Radar Lawu - Dalam kehidupan sehari-hari umat muslim percaya bahwa ada gangguan gaib yang dapat mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan mereka, salah satunya dikenal sebagai penyakit ain.
Penyakit ini disebabkan oleh pandangan iri atau tidak senang dari orang lain yang bisa mempengaruhi fisik maupun psikologis seseorang.
Penyakit ain diyakini sebagai akibat dari iri hati atau pandangan hasad, yang dapat memberikan dampak negatif pada tubuh dan pikiran seseorang.
Untuk melindungi diri dari gangguan semacam ini, Islam mengajarkan umatnya untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT melalui doa.
Rasulullah SAW, mengingatkan umatnya untuk senantiasa waspada terhadap potensi gangguan gaib, termasuk penyakit ain. Beliau memberikan contoh dan doa yang dapat dipanjatkan untuk memohon perlindungan Allah SWT dari gangguan tersebut.
Doa ini tidak hanya bertujuan menghindari gangguan gaib, tetapi juga sebagai bentuk penguatan iman dan kepatuhan terhadap ajaran Islam.
Berikut adalah doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk terhindar dari penyakit Ain:
"A'ûdzu bi kalimâtillâhit tâmmati min kulli syaithânin wa hâmmatin wa min kulli 'ainin lâmmatin"
Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua setan, binatang yang beracun, dan ‘Ain yang menyakitkan." (HR al-Bukhari).
Selain berdoa, Islam juga mengajarkan pentingnya menjaga akhlak dan sikap yang baik, serta tidak iri hati terhadap karunia yang dimiliki orang lain.
Dengan menjaga kebersihan hati dan pikiran, serta selalu berdoa kepada Allah SWT, umat Muslim diharapkan dapat terhindar dari berbagai gangguan gaib termasuk penyakit ain.
Doa ini juga mengajarkan nilai-nilai kesabaran, tawakal, dan keteguhan dalam menghadapi segala ujian yang datang, sehingga menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera dan harmonis dalam masyarakat. (okta)
Editor : Riana M.