Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Amalan Turun Temurun di Bulan Muharram: AdaTradisi Menulis 113 Basmalah di Awal Muharram sebagai Pelindung dari Bahaya

Oktaviani Sindy • Sabtu, 6 Juli 2024 | 23:55 WIB

Menulis lafal basmalah jadi tradisi turun temurun di bulan muharan (pinterest)
Menulis lafal basmalah jadi tradisi turun temurun di bulan muharan (pinterest)

Jawa Pos Radar Lawu - Muharram adalah bulan pertama dalam penanggalan Hijriyah yang memiliki keistimewaan tersendiri di kalangan umat Islam. 

Dalam kitab Tafsir Jalalain, Imam Jalaluddin Suyuthi menekankan keutamaan bulan ini sebagai salah satu dari empat bulan haram, seperti Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab.

Allah SWT memuliakan bulan-bulan ini dengan larangan berbuat dosa yang lebih tegas dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Di Indonesia, khususnya di kalangan pesantren ada sebuah amalan tradisi turun temurun yang unik dalam menyambut bulan Muharram.

Tradisi tersebut adalah dengan menulis kalimat "bismillah" sebanyak 113 kali pada tanggal 1 Muharram. 

Menurut kitab Jauharul Munazhom fii Fadhail Syahrillah Muharram karya Syekh Abu Bakar bin Muhyiddin Al-Hindi, amalan ini diyakini dapat melindungi diri dan keluarga dari berbagai marabahaya sepanjang hidup.

Mengutip dari kitab Kanz an-Najah Wa-Surur, Imam Abdul Hamid al-Syafi'i menyatakan: "Barangsiapa yang menulis kalimat 'bismillah' pada tanggal 1 Muharram sebanyak 113 kali, maka tidak akan ada keburukan yang akan menimpanya dan keluarganya selama hidupnya."

Adapun tata cara untuk mengamalkan tradisi ini, simak beberapa tahapan yang perlu diperhatikan:

1. Menulis kalimat Basmalah dengan menggunakan bahasa arab,

2. Pastikan dalam keadaan suci dari hadats kecil maupun besar, serta berusaha menjaga kesucian selama proses penulisan,

3. Lakukan setelah Maghrib atau di awal masuk bulan Muharram hingga waktu Maghrib berikutnya,

4. Hasil tulisan bisa disimpan di tempat yang aman dalam rumah atau bisa dibawa saat bepergian.

Ustadzah Hj Sheila Hasina dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, juga membenarkan dan menambahkan bahwa fokus dan niat yang baik sangat penting dalam proses penulisan ini.

Jangan disertai dengan kegiatan lain seperti berbicara dengan orang lain, serta niatkan untuk menjaga diri dari keburukan.

Amalan menulis 113 kali kalimat basmalah di awal bulan Muharram ini bukanlah sekadar tradisi biasa, tetapi telah diajarkan oleh para ulama terdahulu. Sebagai umat Islam, melanjutkan tradisi baik ini bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan berkah dan perlindungan dari Allah SWT. (okta)

Editor : Riana M.
#muharram #Basmalah #pesantren #bismillah #turun temurun #bulan muharram #tradisi #menulis