Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Emang Boleh Puasa Dzulhijjah dan Qadha Ramadan Digabung? Simak Penjelasan dan Niatnya

Nur Wachid • Rabu, 12 Juni 2024 | 02:04 WIB
Puasa Dzulhijjah dan qada ramadan. (PINTEREST)
Puasa Dzulhijjah dan qada ramadan. (PINTEREST)

Jawa Pos Radar Lawu - Dalam bulan Dzulhijjah ini, umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan sunah-sunah termasuk puasa seperti puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah.

Lalu bagaimana bagi mereka yang masih memiliki utang puasa Ramadhan, apakah boleh menggabungkan niat puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunnah Dzulhijjah?

Menurut pandangan ilmu fiqih, sebagaiman dijelaskan oleh Imam Suyuthi dalam Al-Ashbah wan Nadhair, tentang penggabungan niat antara puasa sunnah dan qadha Ramadhan, atau disebut at-tasyriik fin niyyah memiliki beberapa kriteria.

Kriteria pertama, mengenai penggabungan niat tersebut dianggap sah, sementara kriteria kedua dan ketiga menyatakan keabsahan masing-masing niat secara terpisah.

Kriteria keempat menegaskan bahwa penggabungan keduanya tidak dianggap sah.

Dalam konteks ini tak perlu khawatir, sebab dari mazhab Syafii juga mengizinkan penggabungan niat tersebut seperti halnya yang diterapkan pada shalat fardhu dan tahiyatul masjid secara bersamaan.

Di sisi lain, mengacu pada analogi seperti mandi junub di hari Jumat, dimana boleh digabung dengan mandi sunnah Jumat, kesamaan prinsip inilah yang menjadi alasan kuat dalam menggabungkan niat puasa sunnah Dzulhijjah dengan qadha Ramadhan yang dianggap sah-sah saja.

Berikut adalah bacaan niat yang dapat digunakan untuk menggabungkan puasa sunnah Dzulhijjah dengan qadha Ramadan:

1. Niat Puasa Sunnah Dzulhijjah

Nawaitu shauma syahru dzulhijjah sunnatan lillaahi ta'aala. Artinya: "Aku berniat puasa bulan Dzulhijjah, sunnah karena Allah Taala".

2. Niat Qadha Ramadan

Nawaitu shauma ghadin 'an qadha-i fardhi ramadhaana lillaahi ta'aalaa. Artinya: "Saya niat berpuasa untuk mengganti puasa Ramadhan karena Allah Ta'ala".

Nawaitu sawma tarwiyyata sunnatan lillahi ta'ala. Artinya: "Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Taala".

4. Niat Puasa Arafah 

Nawaitu sawma 'Arafata sunnata Allahi taala. Artinya: "Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta'ala".

Informasi ini sangat berguna bagi umat Islam yang ingin memanfaatkan kesempatan menjalankan puasa sunah pada bulan Dzulhijjah sambil menunaikan kewajiban qadha Ramadan dapat melakukannya dengan penggabungan niat yang sesuai. (okta-pnm/kid)

Editor : Nur Wachid
#hari raya idul adha #puasa #penjelasan #Qada #Dzulhijjah #niat #ramadan