Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Panduan Tata Cara Salat Ied Dilengkapi Doa-Doa dan Terjemahannya, Rayakan Kemenangan Idul Fitri Lebih Sempurna

Nur Wachid • Selasa, 2 April 2024 | 02:36 WIB
Panduan lengkap tata cara salat ied beserta doa-doanya, kemenangan Idul Fitri. (PINTEREST)
Panduan lengkap tata cara salat ied beserta doa-doanya, kemenangan Idul Fitri. (PINTEREST)

Jawa Pos Radar Lawu - Tak terasa, puasa sepekan lagi akan usai seluruh umat Islam akan berbodong-bondong merayakan hari kemenangan, yakni Idul Fitri.

Di mana dalam merayakan lebaran atau hari kemenangan itu, umat Islam dianjurkan untuk melakukan salat Idul Fitri atau salat ied.

Salat ied sebanyak dua rakaat itu biasanya digelar berjamaah di masjid, ruang terbuka, maupun tanah lapang. Setelah itu, wajib mendengarkan khutbah.

Jikalau seseorang datang terlambat di tempat shola ied berjamaah, bisa dilakukan secara munfarid (sendiri) di rumah.

Hal tersebut lebih baik dari pada tidak melakukannya sama sekali, karena jika tidak melakukannya akan tergolong pada kaum yang merugi.

Berikut tata cara salat ied atau salat Hari Raya Idul Fitri, lengkap dengan doa-doanya. 

Awal yang perlu dilakukan sebelum salat ied adalah membaca niat, dengan menambahkan lafal Imaaman bagi imam dan Ma’muman bagi yang menjadi makmum.

Jadi, hukum dari pelafalan niat yaitu sunah, sedangkan yang wajib yaitu dengan maksud secara sadar dan sengaja dalam batin bahwa seseorang akan menunaikan salat Sunnah Idul Fitri.

''Ushalli sunnatan li ‘ idil fithri rak’ataini (ma’mumaan/imaaman) lillahi ta’ala.'' 

Artinya: “Aku niat sholat Sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

Baca Juga: Isi Waktu Libur Hari Raya Idul Fitri 2024 dengan Mengunjungi Destinasi Wisata Indah Magetan

Salat Idul Fitri dimulai tanpa mengumandangkan adzan maupun iqamah, melainkan dengan menyeru “ash- shalatu jami’ah”.

Gerakan selanjutnya takbiratul ihram seperti halnya pada sholat biasa dengan melafal “ALLAHU AKBAR”, selepas itu membaca doa iftitah.

Do’a Iftitah :

“Allahu akbar, kabiiraa wal-hamdu lillahi katsiiraa wa subhaanallahi bukrataw wa ashiilaa. Inni wajjahtu wajhiya lil-ladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wa maa ana minal-musyrikiin. Inna shalaati wa nusukii wa mahyaaya wa mamaati lillahi rabbil-‘aalamin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal-muslimiin.”

Dalam rakaat pertama ini dianjurkan melakukan takbir sebanyak 7 kali, dan diantara tiap takbir dianjurkan membaca:

“Allahu akbar kabira, wal hamdu lillahi katsira, wasubhanallahi bukratan wa ashila.”

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”

Atau bisa membaca :

“Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar.”

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.”

Selesai melakukan takbiratul ihram sebanyak 7 kali lanjut membaca do’a iftitah disambung dengan membaca surah Al–Fatihah.

Selain dianjurkan membaca surah Al–Fatihah, di rakaat pertama dianjurkan membaca Surat Qaf atau Surat A’la.

Selanjutnya, melakukan gerakan seperti ruku’, sujud , diantara dua sujud, hingga kembali berdiri menuju rakaat kedua.

Gerakannya salat Idul Fitri lanjutannya sama persis seperti tata cara sholat fardhu.

Pada posisi rakaat kedua ini, di Sunnah kan melakukan takbir sebanyak 5 kali seraya sambil mengucap lafal “Allahu Akbar” dan membaca lafal di sela tiap rakaatnya seperti rakaat pertama sebelumnya.

Kemudian lanjut langsung membaca surah Al–Fatihah, dan tidak lupa membaca surah–surah pendek yang di hafal (disunnahkan Surah Al – Ghasyiyah). Lanjut gerakan ruku’, sujud, dan terakhir salam.

Adapun, hukum dari takbir tambahan ( tujuh kali di rakaat pertama dan lima kali di rakaat kedua) merupakan Sunnah, dengan maksud jika kelupaan tidak mengerjakannya maka tidak membatalkan salat ied-nya.

Selesainya salat yang di akhiri dengan salam, para jamaah tidak dianjurkan untuk pulang terlebih dahulu, perlu untuk mendengarkan khutbah Idul Fitri hingga rampung.

Hal itu, boleh dilakukan ketika shola Idul Fitri dilakukan tidak berjamaah.

Hal-hal itu, diungkapkan oleh Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah dalam sebuah hadist yang artinya:

“Sunnah seorang Imam berkhutbah dua kali pada sholat hari raya ( Idul Fitri Idul Adha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk.” (HR. Asy-Syafi’i)

Berbeda halnya dengan seorang khatib, baginya di sunnahkan memulai khutbah pertama dengan takbir 9 kali dan khotbah kedua dengan takbir 7 kali.

Selepas mempelajari apa saja tata cara dan doa salat Idul Fitri hendaknya kita amalkan dan terapkan sebaik mungkin agar ibadah-ibadah kita selama ramadan diterima Allah SWT. (okta-pnm/kid)

Editor : Nur Wachid
#lebaran #doa #salat ied #hari raya #panduan #tata cara #idul fitri