Jawa Pos Radar Lawu- Ada sejumlah amalan yang dilakukan di bulan Ramadan. Salah satu yang banyak dilakukan orang yakni Shalat Tarawih. Ibadah ini dilakukan saat malam hari.
Meski banyak orang melakukannya, namun ternyata juga masih ada pemahaman salah soal shalat Tarawih. Apa saja itu?
Inilah beberapa pemahaman orang yang salah mengenai sholat tarawih!
- Menganggapnya ibadah wajib
Sebagian orang masih belum mengerti hukum shalat Tarawih. Shalat Tarawih hukumnya sunah. Nah, banyak orang memahami jika ibadah itu wajib. Mereka marah-marah pada keluarganya yang tidak menjalankan shalat Tarawih saat bulan puasa.
- Dianggap lebih penting dibandingkan puasa
Banyak kasus yang menganggap bahwa sholat tarawih itu lebih penting dari pada puasanya. Bahkan banyak yang lebih memilih melakukan sholat tarawih meskipun tidak melakukan puasa. Padahal pemahaman itu keliru. Puasa adalah kewajiban. Termasuk rukun islam yang harus dilaksanakan. Sedangkan Shalat Tarawih merupakan amalan sunah.
- Dipercaya sebagai syarat lengkap puasa
Melakukan sholat tarawih banyak yang berpikir bahwa tidak sah jika tidak melaksanakan sholat tarawih di malam harinya. Padahal sholat tarawih adalah amalan sunah yang dikerjakan di bulan Ramadhan. Artinya puasa tetap sah meskipun tidak melakukan shalat Tarawih.
- Harus dilakukan di masjid
Orang menganggap bahwa melaksanakan sholat tarawih hanya bisa dilakukan di masjid. Padahal, sholat tarawih bisa dilakukan sendiri di rumah. Dengan ketentuan sesuai dengan tata cara melakukan sholat tarawih yang benar.
Ini juga bisa diketahui melalui sejarah. Rosululloh pernah melakukan shalat Tarawih di rumah. Saat itu, kebijakan dilakukan karena baginda Nabi Muhammad tak ingin orang-orang menganggap jika shalat Tarawih itu ibadah wajib.
Inilah beberapa anggapan atau pemahaman yang salah tentang sholat tarawih yang di pahami masyarakat. Oleh sebab itu kita harus memahami bagaimana yang benar. (*)
Editor : Riana M.