Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Keutamaan Salat Dhuha Ibadah Sunah sebagai Pembuka Pintu Rezeki, Berikut Tata Cara Dilengkapi Doa Salat Dhuha

Nur Wachid • Rabu, 7 Februari 2024 | 01:05 WIB
IBADAH SUNAH: Salat Dhuha memiliki keutamaan dan keistimewaan dalam setiap gerakan dan bacaan doanya diyakini sebagai pembuka pintu rezeki. (THIRDMAN VIA PEXELS)
IBADAH SUNAH: Salat Dhuha memiliki keutamaan dan keistimewaan dalam setiap gerakan dan bacaan doanya diyakini sebagai pembuka pintu rezeki. (THIRDMAN VIA PEXELS)

Jawa Pos Radar Lawu - Ladang pahala terbuka lebar, selain ibadah wajib, juga ada ibadah sunah yang dapat dijalankan umat Islam. Salah satunya, salat Dhuha yang memiliki keistimewaan tersendiri.

Salat Dhuha diartikan sebagai keindahan, penuh makna, dan ganjaran pahal berlipat.

Sebagaimana diriwayatkan Imam al-Baihaqi dari Abu Dzar RA, beliau berkata:

''Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, Jika kamu salat Dhuha dua rakaat maka tidak akan dicatat sebagai orang yang lalai; jika kamu salat empat rakaat maka akan dicatat sebagai muhsinin; jika kamu salat enam rakaat maka dicatat sebagai orang yang sering berdiri salat; jika kamu salat delapan rakaat maka dicatat sebagai orang yang sukses atau beruntung; jika kamu sholat sepuluh rakaat maka dosamu tidak akan dicatat di hari itu; jika kamu sholat 12 rakaat maka Allah akan bangunkan rumah di surga bagimu.'' (HR. Al-Baihaqi).

Dalam riwayat lain oleh Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairah berkata:

''Nabi saw kekasihku telah memberikan tiga wasiat kepadaku, yaitu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mengerjakan dua rakaat dhuha dan mengerjakan sholat witir terlebih dahulu sebelum tidur.''

Dengan berbagai keistimewaan dan keutamaan salat Dhuha, ibadah sunah ini sayang dilewatkan oleh para muslim. Adapun tata cara dan niat salat Dhuha sebagai berikut:

- Mengucapkan niat sholat Dhuha dua rakaat: Ushalli sunnatadh dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa. Artinya, ''Aku niat salat sunnah dhuha dua rakaat, karena Allah ta'ala.''

- Niat dalam hati bersamaan takbiratul ihram

- Membaca doa Iftitah

- Membaca surat Al-Fatihah

- Membaca surat dalam Qur'an. Dianjurkan Surah As-Syams dan Ad- Duha

- Ruku'

- I'tidal atau berdiri untuk melakukan sujud

- Sujud

-  Terakhir Salam

Adapun jumlah rakaat salat Dhuha kelipatan dua hingga 12 rakaat. Setiap dua rakaat diakhiri dengan salam. Jumlah rakaat dapat dipilih sesuai kemampuan maupun kebutuhan, mengingat jumlah rakaat memiliki keutamaan masing-masing.

Setelah salat Dhuha dianjurkan membaca doa, sebagai berikut:

Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal 'ismata 'ismatuka.

Artinya: ''Ya Allah SWT, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu perlindungan-Mu.''

Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita 'ibaadakash-shalihiin.

Baca Juga: Mulai Hari Ini Masuk Bulan Rajab, Berikut Amalan dan Keistimewaannya

Artinya :''Ya Allah, jika rizkiku masih di atas langit, turunkanlah .dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh.''

Melalui salat Dhuha, kia tidak hanya menjalankan ibadah sunah. Melainkan juga merenungkan makna mendalam di balik setiap gerakan. Jumlah rakaat salat Dhuha memiliki tujuan dan pesan yang membimbing untuk menjadi hamba yang lebih sadar, bersyukur, dan dekat dengan Allah SWT. (okta-magang-pnm/kid)

Editor : Nur Wachid
#ibadah #Keutamaan Salat Dhuha #Sunah #pembuka pintu rezeki