Jawa Pos Radar Lawu - Gus Iqdam dikenal sebagai seorang pendakwah muda yang aktif yang digandrungi berbagai kalangan. Tidak terkecuali, kalangan non-muslim.
Acara pengajiann Gus Iqdam sering kali dihadiri oleh ribuan jamaah, bahkan ada yang rela menempuh perjalanan jauh demi menghadiri pengajiannya.
Kamis malam (11/1) di Majelis Sabilu Taubah di Desa Karanggayam, Srengat, Kab. Blitar selalu ditunggukan para jamaaah. Juga digelar rutinan pembacaan Maulid Simtudduror.
Dalam Catatan Dawuh Gus Iqdam kali ini, Gus Iqdam menyampaikan salah satu pesan penting khususnya para kawula muda dalam majelis tersebut. Sebagaimana ditayangkan langsung melalui Youtube Gus Iqdam Official.
Gus Iqdam sempat menceritakan tentang H. Mahmud, yang memiliki anak seorang pembalap bernama Aris Setyo.
''Pembalap nasional, internasional, berprestasi,'' kata Gus Iqdam.
''Sak trek-trekane, sak grond-grondnane,sak pembalap-pembalape, pada akhir masa tuanya (Aris Setyo,Red) tetaplah kembali ke jalan Allah SWT,'' Dawuhe Gus Iqdam disambut tepuk tangan para jamaah.
Gus Iqdam menjelaskan dari kisah tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa senakal-nakalnya anak muda harus punya tujuan, bahwa nanti akan kembali kepada Allah SWT.
Gus Iqdam turut berpesan untuk meniatkan mencari ridho Allah SWT, menjalankan perintah dan larangan-Nya, nanti semua akan dipermudah oleh Allah SWT.
Gus Iqdam, pengasuh Ponpes Mambaul Hikam II, menekankan pentingnya melibatkan hati saat membaca Maulid Simtudduror. ‘’Bukan hanya sekedar membaca, tetapi hayati setiap kata,’’ tambah Gus Iqdam seraya mengajak para jamaah untuk membaca Maulid Simtudduror.
Dalam pengajian ini, Gus Iqdam tidak hanya mengajarkan pembacaan Maulid Simtudduror, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam tentang makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Rutinitas malam jumat ini diharapkan dapat mempererat agama dan meningkatkan kecintaan mereka terhadap Rasulullah SAW.
''Setiap malam Jumat acaranya salawatan, dengan niat mengharap ridho Allah SWT. Bonusnnya, bagi-bagi uang kepada jamaah yang telah hadir. '' pungkasnya. (herlin-magang-poltekmadiun/kid)
Editor : Nur Wachid