Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Pengakuan Mengejutkan dari Muchlis! Minta Maaf setelah Ikut Jarah Minimarket Demi Anak yang Kelaparan Akibat Banjir dan Longsor di Sumut

Winarsih • Senin, 1 Desember 2025 | 23:25 WIB
Pelaku penjarahan minimarket Sibolga
Pelaku penjarahan minimarket Sibolga

Jawa Pos Radar Lawu - Seorang warga Sibolga, Sumatera Utara , bernama Muchlis, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Setelah dirinya serta dalam aksi penjarahan minimarket di tengah kondisi darurat bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. 

Pengakuan itu disampaikan Muchlis melalui akun TikTok miliknya @galuh.hanna pada Minggu (30/11), dan kemudian menyebar luas hingga menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Insiden penjarahan tersebut terjadi pada Sabtu (29/11) di sejumlah gerai minimarket yang berada di kawasan Jalan Lintas Sibolga, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. 

Aksi itu dipicu oleh situasi krisis yang dialami warga akibat terputusnya akses logistik serta belum adanya bantuan yang datang ke lokasi terdampak. 

Sejumlah warga yang mengalami keterdesakan kebutuhan hidup kemudian nekat mengambil barang dari minimarket yang rusak akibat bencana.

Dalam video pengakuannya, Muchlis dengan tulus menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf atas tindakannya.

"Kepada pemilik Alfamart sebelumnya saya minta maaf, karena saya juga orang salah satu yang menjarah toko Alfamart tersebut.

Saya sebenarnya tidak ada niat untuk melakukan itu, cuman karena keterbatasan makanan yang kami miliki, kami juga terjebak banjir, kami juga tidak ada uang untuk membeli, tidak ada bantuan sama sekali, saya akhirnya ikut juga," ujar Muchlis dalam klarifikasinya.

Muchlis mengaku hanya mengambil makanan pokok seperti mi instan, air mineral, dan beberapa snack untuk menyelamatkan keluarga dari kelaparan.

"Tadi saya ambil mi instan tiga, sisa-sisa yang ada. Saya juga ambil air mineral dan snack," ungkapnya.

Lebih jauh, ia menyatakan kesediaannya untuk mengganti seluruh barang yang ia ambil ketika kondisi telah kembali stabil.

"InsyaAllah jika nanti hari membaik, saya pun sudah melakukan aktivitas, saya akan kembali ke toko itu dan membayar semuanya.

Tadi saya ambil mi instan tiga, sudah saya masak untuk anak saya. Sekali lagi saya memohon maaf atas kekhilafan saya," tutupnya.

Unggahan tersebut menimbulkan beragam reaksi masyarakat.

Sebagian besar warga menyayangkan tindakan penjarahan, namun tidak sedikit pula yang menyampaikan simpati atas kondisi kritis yang memaksa warga mengambil barang demi bertahan hidup. 

Peristiwa ini menjadi sorotan penting mengenai pentingnya kehadiran pemerintah dalam penanganan darurat bantuan logistik bagi korban bencana.(win)

Editor : Riana M.
#permintaan maaf #sumut #banjir dan longsor #pemerintah #sumatera utara #banjir sibolga #penjarahan