Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Profil Lengkap Gus Elham Yahya, dari Keluarga Ulama Kediri ke Sorotan Publik Viral

Winarsih • Rabu, 12 November 2025 | 19:45 WIB
Profil Gus Elham
Profil Gus Elham

Jawa Pos Radar Lawu – Pendakwah muda Gus Elham Yahya lahir di Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada tanggal 8 Juli 2001.  

Gus Elham Yahya tumbuh dalam lingkungan pesantren yang kuat tradisinya.

Ayahnya adalah KH Luqman Arifin Dhofir, pengasuh Pondok Pesantren Al‑Ikhlas 1 Kaliboto, dan kakeknya adalah KH Mudhofir Ilyas, pendiri pesantren tersebut. 

Sejak kecil, Gus Elham menimba ilmu agama di pesantren, termasuk di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri salah satu pesantren terkemuka di Jawa Timur.  

Setelah itu, ia memilih kembali ke kampung halamannya untuk meneruskan tradisi dakwah keluarga. 

Dalam aktivitas dakwahnya, Gus Elham dikenal memiliki gaya yang lebih dekat dengan generasi muda.

Ia menggunakan bahasa yang ringan, menyampaikan nasihat dan ceramah melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok, serta membentuk majelis taklim bernama Majelis Taklim Ibadallah sejak September 2023.  

Melalui pendekatan tersebut, ia berhasil menarik perhatian jamaah muda dan memperluas jangkauan dakwahnya secara digital.

Namun seiring dengan naiknya popularitas, Gus Elham menghadapi sorotan publik yang tajam. 

Sebuah video yang memperlihatkan dirinya mencium pipi seorang anak kecil serta memasukkan pipi balita ke dalam mulutnya saat pengajian viral.

Video tersebut menuai berbagai kritik terkait norma etika dakwah dan interaksi dengan anak-anak.  

Menanggapi hal itu, ia menyatakan bahwa tindakannya disalahpahami dan menolak anggapan bahwa ia bermaksud melakukan pelecehan.  

Sementara itu, pihak Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Wakil Menteri Agama menyampaikan bahwa lingkungan dakwah dan pendidikan agama harus ramah anak dan memperketat pengawasan. 

Kisah Gus Elham menunjukkan bahwa meskipun usia masih muda, ia telah mengambil peran aktif dalam dunia dakwah mendirikan pesantren cabang (Al-Ikhlas 2) di kampung halamannya dan mengajak generasi muda untuk terlibat.  

Namun, tantangan bagi figur publik seperti ia adalah mencerminkan integritas, menjaga etika, dan mempertanggungjawabkan citra di ruang publik yang semakin terbuka.

Bagi masyarakat yang memandangnya sebagai alternatif dai muda yang relevan dengan zaman, Gus Elham bisa menjadi inspirasi dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan dengan cara modern. 

Namun bagi kritikus, kejadian viral tersebut menjadi pengingat bahwa popularitas tidak boleh menggantikan tanggung jawab moral dan budaya dakwah yang sehat.(win)

Editor : Riana M.
#kediri #pondok pesantren #gus elham yahya #pendakwah muda #majelis taklim #pendakwah #viral #profil #Cium anak kecil