Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Dosen Umpo Bekali Tunanetra Ponorogo Belajar Atur Uang Lewat Financial Behavior Therapy, E-Celengan Inovasi Literasi Digital!

Nur Wachid • Sabtu, 8 November 2025 | 21:04 WIB
Dr. Fatkhur Rohman Al-Banjari, M.E,  Anggota pengabdian masyarakat DPPM KEMDIKTISAINTEK bekali penyandang tunanetra tentang belajar mengatur keuangan dengan pendekatan Financial Behavior Therapy.
Dr. Fatkhur Rohman Al-Banjari, M.E, Anggota pengabdian masyarakat DPPM KEMDIKTISAINTEK bekali penyandang tunanetra tentang belajar mengatur keuangan dengan pendekatan Financial Behavior Therapy.

PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Kelompok disabilitas tunanetra kini mulai mendapatkan akses pendampingan keuangan yang ramah dan inovatif.

Dosen Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) bekerja sama dengan LKS Aisyiyah Tunanetra Terpadu Ponorogo melatih penyandang tunanetra dari jenjang SD hingga perguruan tinggi agar mampu mengelola uang secara mandiri.

Metode yang digunakan adalah Financial Behavior Therapy, pendekatan khusus yang menggabungkan konsep, pembiasaan, dan praktik langsung.

Program ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dalam skema DPPM Kemdikbudristek Tahun Pendanaan 2025.

Kegiatan pendampingan dilakukan secara intensif selama delapan pertemuan sejak Oktober 2025 di Ponorogo.

Belajar Literasi Finansial dengan Metode Ramah Disabilitas

Photo
Photo

Tim pengabdian diketuai oleh Nugraheni Fitroh Rezqi Syakarna, S.Si., M.E., bersama Dr. Fatkhur Rohman Al-Banjari, M.E., dan Septin Maisharah K, S.Psi., M.Kes.. Mereka menyusun kurikulum literasi keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta tunanetra.

Tahapan pelatihan dimulai dari pre-test untuk mengukur pemahaman dasar, lalu dilanjutkan dengan materi seperti mengenal fungsi uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, belanja bijak, pentingnya menabung, hingga mengatur keuangan harian dengan metode tiga amplop.

“Uang punya fungsi sebagai alat tukar, alat ukur nilai, dan alat simpan. Ukurannya pun bisa dikenali lewat tekstur,” jelas Nugraheni saat menyampaikan materi.

E-Celengan Ramah Tunanetra: Inovasi Literasi Digital

Puncak kegiatan dilakukan dengan post-test dan demo penggunaan E-Celengan Ramah Tunanetra.

Inovasi ini merupakan celengan digital berbasis suara dan sentuhan yang dirancang untuk membantu tunanetra menyimpan dan memonitor tabungan mereka secara mandiri.

Uji coba e-celengan di LKS
Uji coba e-celengan di LKS

“Menabung itu seperti menanam pohon kecil. Jika dirawat, bisa tumbuh besar,” tambah Dr. Fatkhur memberi motivasi kepada peserta.

Pendampingan ini mendapat tanggapan antusias dari para peserta.

“Saya jadi lebih tahu cara belanja dan menabung dengan benar,” ujar Widia Nirmala.

Sementara itu, Sendi Candra Gautama menambahkan, “Saya merasa lebih bisa mengatur uang sendiri dan memahami pentingnya menabung untuk masa depan.”

Program ini diharapkan bisa menjadi model pelatihan keuangan inklusif yang memperkuat kemandirian finansial penyandang disabilitas, khususnya tunanetra, di berbagai daerah. (yuyun-umpo/*/kid)

Editor : Nur Wachid
#PKM #Financial Behavior Therapy #dppm #LKS Aisyiyah Tunanetra Terpadu Ponorogo #atur keuangan #Kemendikbudristek #umpo #tunanetra