Jawa Pos Radar Lawu – Video viral tentang seorang remaja asal Ponorogo yang lolos masuk Institut Teknologi Bandung (ITB) menyita perhatian warganet sejak awal Juli 2025.
Sosok tersebut adalah Avan Ferdiansyah Hilmi, putra dari pasangan suami istri pedagang es keliling yang kini jadi simbol perjuangan dan prestasi dari keluarga sederhana.
Nama Avan mendadak mencuat setelah akun Instagram @santosoim mengunggah video kondisi rumahnya yang penuh dengan deretan trofi.
"Kirain toko piala," begitu salah satu celetukan yang menggambarkan betapa banyaknya penghargaan yang sudah dikumpulkan Avan sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.
Lahir dari keluarga sederhana, Avan tak pernah menjadikan kondisi ekonomi sebagai penghalang untuk bermimpi besar.
Ayahnya, Pak Eko, sehari-hari menjajakan es keliling, sementara sang ibu, Bu Umi, mendampingi dari rumah di kawasan Ponorogo.
Ketekunan dan semangat belajar Avan membuahkan hasil—ia resmi diterima di salah satu kampus teknik terbaik di Indonesia, ITB, pada jalur prestasi akademik.
Dari SMAN 1 Ponorogo ke ITB
Avan merupakan siswa SMAN 1 Ponorogo yang dikenal cemerlang di bidang akademik, khususnya ilmu kebumian.
Ia pernah menjuarai berbagai lomba dan olimpiade sains tingkat kabupaten hingga nasional.
Salah satu pencapaiannya yang membanggakan adalah saat berhasil menjadi juara dalam ajang Olimpiade Kebumian.
Tidak hanya satu dua piala, hampir seluruh sudut rumah Avan dipenuhi trofi dari berbagai ajang lomba yang diikutinya.
Mulai dari lomba tingkat SD, SMP, hingga SMA, semuanya menjadi saksi ketekunan belajar seorang anak dari keluarga sederhana yang menolak menyerah pada keterbatasan.
Banjir Dukungan dan Haru dari Warganet
Kisah Avan menyentuh hati ribuan warganet. Banyak yang memberikan komentar positif dan doa agar perjalanan akademisnya di ITB berjalan lancar.
Salah satunya datang dari akun @ikaafrianti yang menulis, “MasyaAllah, meski bukan ibunya ikut bangga.”
Tak sedikit pula yang berharap Avan bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya.
“Semoga bisa menjadi generasi penerus bangsa ini untuk menjadi pemimpin yang cerdas,” tulis akun @e.linawaty.
Cerita hidup Avan Ferdiansyah Hilmi bukan hanya soal keberhasilannya masuk ITB, tetapi tentang ketekunan, pengorbanan orang tua, dan pentingnya pendidikan dalam mengubah nasib.
Rumah kecil penuh trofi itu kini menjadi simbol harapan—bahwa dari lorong sempit kehidupan, bisa lahir cahaya terang masa depan. (kid)
Editor : Nur Wachid