Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral! Ayamnya Halal tapi Kremesannya Non Halal, Ini Fakta Mengejutkan di Balik Ayam Goreng Widuran Solo

Oktaviani Sindy • Senin, 26 Mei 2025 | 01:33 WIB
Ayamnya halal, tapi kremesannya non halal—kuliner legendaris Ayam Goreng Widuran Solo bikin geger netizen.
Ayamnya halal, tapi kremesannya non halal—kuliner legendaris Ayam Goreng Widuran Solo bikin geger netizen.

Jawa Pos Radar Lawu — Sebuah kabar mengejutkan mengguncang dunia kuliner Tanah Air, khususnya pecinta ayam goreng di Solo.

Rumah makan legendaris Ayam Goreng Widuran, yang telah eksis sejak tahun 1973, mendadak menjadi sorotan warganet.

Pasalnya, restoran ini disebut-sebut menyajikan menu non halal pada bagian kremesan ayam, meskipun olahan ayamnya sendiri diklaim halal.

Viralnya isu ini bermula dari unggahan akun media sosial @pedalranger yang mempertanyakan label non halal di restoran favorit keluarganya.

“Hah seriusan? Itu kesukaan keluargaku lagi. Dulu belum ada tulisan non halalnya.

Tapi kok orangnya diem-diem aja ya pas keluargaku yg berhijab makan di sana,” tulis akun tersebut, yang kemudian ramai dibagikan dan menuai reaksi netizen lain yang merasa dikejutkan oleh fakta serupa.

Tak sedikit warganet yang mengaku telah mendapat info secara pribadi dari kerabat atau teman bahwa tempat makan itu menggunakan bahan non halal, tapi selama bertahun-tahun tidak ada penjelasan resmi dari pihak restoran.

Dalam banyak unggahan, masyarakat mengungkap kekhawatiran bahwa minyak goreng yang digunakan diduga berbasis minyak babi, atau bahan lainnya yang belum diumumkan secara transparan.

Dikenal sebagai kuliner khas Solo dengan citarasa autentik, Ayam Goreng Widuran selama ini menjadi langganan keluarga lintas generasi.

Lokasinya berada di Jalan Sutan Syahrir Nomor 71, Jebres, Kota Surakarta, dan menawarkan berbagai menu seperti satu ekor ayam utuh seharga Rp130.000, setengah ekor dengan kepala Rp71.000, hingga menu per bagian seperti dada dan paha seharga Rp33.000.

Namun, kini popularitasnya diwarnai kontroversi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pihak manajemen Ayam Goreng Widuran Solo akhirnya buka suara.

Lewat akun resmi Instagram @ayamgorengwiduransolo, mereka menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi.

"Kami memahami bahwa hal ini menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Sebagai langkah awal, kami telah mencantumkan keterangan NON-HALAL secara jelas di seluruh outlet dan media sosial resmi kami," tulis pernyataan resmi tersebut yang dipantau pada Minggu (25/5/2025).

Meski belum menjelaskan secara detail bahan atau proses mana yang membuat menu mereka tidak halal, pihak restoran mengaku ingin menyelesaikan polemik ini dengan itikad baik.

“Kami berharap masyarakat dapat memberi kami ruang untuk memperbaiki dan membenahi semuanya,” lanjut mereka dalam unggahan yang menuai ribuan komentar netizen.

Kini, masyarakat menunggu klarifikasi lanjutan serta langkah konkret dari pihak restoran untuk menjamin keterbukaan dan kepastian bagi para pelanggan.

Di era transparansi seperti sekarang, kejelasan informasi bahan makanan bukan hanya soal kepercayaan, tapi juga menyangkut hak konsumen dalam memilih sesuai keyakinan. (okta) 

Editor : Riana M.
#solo #viral di media sosial #Ayam goreng widuran solo #non halal #isu