Jawa Pos Radar Lawu – Tragedi memilukan terjadi di Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin siang (6/5/).
Balita bersaudara ditemukan tewas mengenaskan dalam sebuah kebakaran hebat yang menghanguskan rumah mereka di Jalan R. Soeprapto.
Peristiwa ini menyita perhatian publik dan memicu kemarahan warganet setelah terungkap bahwa ketiga korban ditinggal sang ibu pergi bersama pacarnya.
Kebakaran terjadi saat keempat anak balita tersebut ditinggalkan sendiri di rumah tanpa pengawasan orang dewasa.
Mereka adalah AZP (1), ANP (3), dan saudara kembarnya N (3), serta kakak mereka S (4), yang kini tengah dirawat intensif akibat luka bakar serius.
Ironisnya, ketiganya ditemukan dalam kondisi berpelukan di dalam lemari diduga berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api yang cepat menyebar.
N awalnya sempat dievakuasi dalam keadaan kritis dan dirawat di RS Hermina Kendari, namun akhirnya meninggal dunia pada Rabu (7/5) sore.
Sementara dua saudaranya, AZP dan ANP, dinyatakan meninggal di lokasi kejadian dan langsung dimakamkan keesokan harinya di TPU Punggolaka.
Jenazah N kemudian dimakamkan berdampingan dengan kedua kakaknya di blok khusus anak-anak.
Duka mendalam menyelimuti warga sekitar, terutama saat prosesi pemakaman berlangsung. Puluhan pemotor mengiringi ambulans yang membawa jenazah.
Sebuah video yang menunjukkan sang ayah menggendong jenazah N keluar dari mobil pun beredar luas di media sosial, menambah kesedihan yang dirasakan publik.
Ibu korban, SA (23), yang dikenal sebagai selebgram lokal, mengaku meninggalkan anak-anaknya untuk membeli makanan cepat saji.
Namun, keterangan tersebut tidak meredam amarah publik, karena ia diketahui pergi bersama kekasihnya, bukan dalam keadaan darurat.
Anak pertamanya diketahui sedang ikut sang kakek bekerja di daerah Unaaha, sehingga tak ada satu pun orang dewasa yang menjaga rumah saat musibah terjadi.
“Kami tiba saat api sudah membesar. Warga memberi tahu ada anak-anak di dalam rumah.
Dua korban ditemukan terjebak di antara lemari dan spring bed,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kendari, Junaidin Umar, Selasa (6/5).
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.
Dugaan kuat mengarah pada kelalaian orang tua, terutama karena tidak adanya pengawasan terhadap balita-balita tersebut di tengah situasi rawan.
Peristiwa tragis ini menjadi tamparan keras bagi siapa saja yang lalai akan tanggung jawab sebagai orang tua.
Kelengahan sesaat, apalagi ketika menyangkut keselamatan anak-anak yang masih sangat rentan, dapat mengakibatkan kehilangan yang tak akan pernah tergantikan. (*)
Editor : Riana M.