Jawa Pos Radar Lawu – Kabar gembira datang dari Desa Wunut, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Pemerintah desa (Pemdes) setempat membuat gebrakan luar biasa dengan membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada seluruh warganya menjelang Hari Raya Idulfitri 2025.
Pada tahun 2025 ini, total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 457,8 juta, yang dibagikan kepada 2.289 jiwa, sehingga setiap warga menerima Rp 200.000.
Keputusan ini sontak menjadi perbincangan hangat dan disambut dengan penuh antusias oleh masyarakat.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk kepedulian Pemdes Wunut terhadap kesejahteraan warganya, terutama di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
Kepala Desa Wunut, (sebut nama jika ada), menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi kebutuhan Lebaran.
“Kami ingin memastikan bahwa semua warga bisa merasakan kebahagiaan Lebaran tanpa terbebani masalah ekonomi.
Ini adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah desa kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut keterangan dari perangkat desa, anggaran THR ini berasal dari Pendapatan Asli Desa (PAD) yang dikelola secara transparan.
Selain itu, sebagian dana juga diperoleh dari kontribusi para pengusaha lokal serta donatur yang ingin berpartisipasi dalam program kesejahteraan masyarakat ini.
Setiap kepala keluarga (KK) di Desa Wunut akan menerima THR dalam bentuk uang tunai maupun paket sembako. Nominal yang diberikan disesuaikan dengan kondisi ekonomi warga, sehingga bantuan ini bisa tepat sasaran.
“Kami telah melakukan pendataan sebelumnya, sehingga pembagian THR ini benar-benar merata dan adil,” tambah perangkat desa.
Kebijakan ini mendapat respons positif dari warga Desa Wunut. Banyak dari mereka yang merasa terbantu, terutama keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah.
Seorang warga, Joko mengaku sangat bersyukur dengan adanya program ini.
“Saya tidak menyangka pemerintah desa akan memberikan THR seperti ini. Sangat membantu, apalagi harga-harga kebutuhan pokok naik menjelang Lebaran,” ungkapnya dengan penuh haru.
Sementara itu, seorang ibu rumah tangga lainnya menyatakan bahwa program ini membuat suasana Lebaran di desa menjadi lebih meriah.
“Rasanya seperti dapat bonus dari desa. Anak-anak juga senang, karena kami bisa menyiapkan Lebaran dengan lebih baik,” katanya.
Keputusan Pemdes Wunut untuk memberikan THR kepada warganya menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia.
Banyak pihak berharap agar program serupa bisa diterapkan di berbagai daerah, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan tambahan menjelang Lebaran.
Para tokoh masyarakat dan pemuda desa pun mengapresiasi langkah ini dan berharap ke depannya ada lebih banyak program kesejahteraan yang diberikan kepada warga.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Semoga ke depan pemerintah desa bisa terus mengembangkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar salah satu tokoh desa.
Dengan adanya program ini, suasana Idulfitri di Desa Wunut semakin semarak dan penuh kegembiraan.
Masyarakat pun merasakan bahwa kehadiran pemerintah desa benar-benar memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka.
Apakah program THR desa ini akan menjadi tren di wilayah lain? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya! (*)
Editor : Riana M.