PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Ribuan peziarah memadati makam Batoro Katong, Desa Setono, Ponorogo jelang Ramadan.
Peziarah berdatangan dari berbagai daerah di bulan Ruwah jelang Ramadan tahun ini.
Tradisi ziarah atau nyekar ke makam leluhur jelang bulan suci itu lestari hingga kini.
Juru Kunci Batoro Katong Sunardi mengatakan, peningkatan kunjungan peziarah terjadi dua minggu belakangan.
Saban hari, warga berdatangan dari berbagai daerah, mulai Ponorogo, Madiun, Surabaya dan kota besar lainnya. Di akhir pekan tembus ribuan peziarah.
‘’Sudah menjadi budaya tersendiri muslim di bulan ruwah, atau mendekati puasa ziarah ke makam, seperti orang tua maupun makam leluhur dan wali,’’ kata Sunardi.
Selain jelang Ramadan, lonjakan peziarah juga terjadi di momen-momen lainnya. Seperti sebelum lebaran, serta bulan Sura.
‘’Biasanya akhir pekan paling ramai, bahkan sampai antre bergantian,’’ jelasnya.
Purnomo, peziarah asal Desa/Kecamatan Babadan itu sengaja datang bersama lingkungannya berziarah ke makam Batoro Katong.
Bersama lebih dari 50 orang, mereka menyewa kendaraan. Tak sekadar ngalap berkah, dia berharap tradisi jadi pengingat adanya kematian kelak.
‘’Setiap mau Ramadan pasti ke sini (makam Batoro Katong, Red), setelah itu ke Masjid Tegalsari. Tujuannya mendoakan leluhur dan mengingatkan kematian,’’ kata Purnomo. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid