Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Cahaya Keteladanan Endang Widowati, Ibunda Bupati Pacitan Wafat di Usia 76 Tahun 

Nur Cahyono • Sabtu, 8 Februari 2025 | 03:43 WIB
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji saat prosesi pemakaman sang ibunda Jumat Sore, 7 Februari 2025.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji saat prosesi pemakaman sang ibunda Jumat Sore, 7 Februari 2025.

PACITAN, Jawa Pos Radar Lawu - Pacitan berduka. Suasana haru menyelimuti kediaman Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, saat sang ibunda, Endang Widowati, berpulang pada Jumat (7/2/2025) pagi.

Di usia 76 tahun, almarhumah menghembuskan napas terakhir di kediamannya, Lingkungan Blumbang, Kelurahan Ploso, Pacitan.

Rasa kehilangan begitu mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat yang mengenalnya.

Seorang perempuan sederhana, penuh kasih, dan dikenal sebagai sosok yang sabar serta penyayang, kini telah berpulang.

Namun, jejak keteladanannya akan terus hidup dalam kenangan orang-orang terdekatnya.

Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, merupakan anak bungsu dari lima bersaudara.

Ia tumbuh di bawah asuhan seorang ibu yang penuh perhatian dan dedikasi.

Endang Widowati bukan hanya seorang ibu rumah tangga, tetapi juga figur yang mengayomi dan menjadi pilar dalam keluarga.

Jenazah almarhumah dimakamkan di TPU Kucur, Kriyan, Kelurahan Sidoharjo, Pacitan, pada Jumat sore pukul 15.00 WIB.

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan penuh haru, terlebih karena keluarga sempat menunggu kepulangan Bupati Indrata yang tengah menjalankan tugas dinas di Jakarta.

Tangis haru pecah saat jenazah diturunkan ke liang lahat. Doa-doa mengalir dari keluarga, sahabat, dan masyarakat yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.

Sejumlah pejabat daerah seperti wakil Bupati Gagarin dan tokoh masyarakat turut hadir, menunjukkan betapa besarnya penghargaan terhadap almarhumah.

"Kami atas nama keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas belasungkawa serta doa tulus yang telah diberikan kepada Ibu. Semoga beliau diterima di sisi Allah SWT, dan kami memohon maaf atas segala kesalahan beliau semasa hidup," Tulis Bupati Indrata dalam akun Instagram. 

Kepergian Endang Widowati meninggalkan duka yang mendalam, tetapi juga warisan nilai-nilai kebaikan yang akan terus dikenang.

Dalam setiap tutur kata dan sikapnya, ia telah mengajarkan arti ketulusan, kesabaran, dan kasih sayang.

Di balik keberhasilan seorang pemimpin, ada sosok ibu yang selalu mendukung dengan doa dan cinta tanpa batas.

Seperti yang terlihat dalam perjalanan hidup Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, yang kini melanjutkan jejak pengabdian dengan nilai-nilai yang telah diwariskan oleh ibunya.

Pacitan kehilangan salah satu sosok terbaiknya, tetapi cahaya keteladanan Endang Widowati akan tetap bersinar dalam kenangan mereka yang mencintainya. (hyo/kid)

Editor : Nur Wachid
#meninggal #wafat #Ibunda #bupati pacitan #Indrata Nur Bayuaji #pemakaman