PACITAN, Jawa Pos Radar Lawu – Pengajian akbar Gus Iqdam di Pacitan yang dihadiri lautam jemaah membawa pengalaman tersendiri bagi sebagian jemaah.
Sebanyak 22 orang menjadi korban pencopetan saat menghadiri pengajian Gus Iqdam di Alun-Alun Pacitan pada Selasa malam (28/1/2025).
Para korban kehilangan ponsel dan barang berharga lainnya akibat kepadatan jemaah yang dimanfaatkan oleh pelaku untuk melancarkan aksinya tanpa terdeteksi.
Ponsel dan Dompet Raib di Tengah Kerumunan Pengajian Gus Iqdam
Salah satu korban, Edwi Aji Pratama, seorang wartawan media TV swasta, mengaku kehilangan ponselnya saat tengah meliput di lokasi.
"Saat itu kami terdesak rombongan Gus Iqdam yang hendak menuju panggung. Setelah dicek, handphone di kantong sudah hilang," ungkapnya.
Kejadian serupa dialami Riski, seorang jemaah yang kehilangan ponselnya usai merekam kehadiran Gus Iqdam.
"Setelah selesai merekam, saya memasukkan HP ke saku kanan. Beberapa langkah kemudian, tiba-tiba sudah tidak ada," terangnya.
Polisi Terima 16 Laporan Kehilangan di Pengajian Gus Iqdam, Pelacakan Dilakukan
Kasat Reskrim Polres Pacitan, AKP Hafisullah Mokoginta, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima 16 laporan kehilangan barang, termasuk delapan ponsel serta beberapa tas dan dompet milik jemaah.
"Saat ini, delapan handphone yang dilaporkan hilang sedang dalam proses pelacakan," ungkapnya.
Pihak kepolisian juga telah melakukan investigasi awal dan memeriksa beberapa rekaman video yang diambil jemaah untuk mengidentifikasi pelaku.
Hingga kini, belum ada pelaku yang berhasil diamankan.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berada di tengah kerumunan, terutama dalam acara besar seperti pengajian Gus Iqdam di Pacitan yang dihadiri jemaah dari berbagai daerah. (hyo/kid)
Editor : Nur Wachid