Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Cerita Ayah Korban Mutilasi dalam Koper di Ngawi, Pesan WA Centang Satu Sejak Hari Selasa

Asep Syaeful • Sabtu, 25 Januari 2025 | 00:20 WIB
MIRIS : Ana Yuliani, 29, pengasuh anak korban menunjukkan foto korban sebelun ditemukan jadi korban mutilasi Jumat, 24 Januari 2025.
MIRIS : Ana Yuliani, 29, pengasuh anak korban menunjukkan foto korban sebelun ditemukan jadi korban mutilasi Jumat, 24 Januari 2025.

NGAWI, Jawa Pos Radar Lawu - Perasaan sedih menyelimuti Hendi Suprapto, 42, warga Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar Jumat hari ini (24/1/2025), ayah tiri korban mutilasi dalam koper di Desa Dadapan, Kec. Kendal, Ngawi. 

Hendi bertolak RSUD dr Soeroto Ngawi guna memastikan bahwa korban mutilasi dalam koper tersebut benar anaknya.

“Kami memastikan ingin apakah benar jenazah itu anak saya atau bukan," kata Hendi Jumat.

Hendi mengatakan setelah melihat foto korban dan ciri-ciri korban mutilasi dalam koper di Ngawi, 90 persen cocok dengan anaknya yang bernama Uswatun Khasanah, 29, yang tinggal di Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.

Keyakinan itu mendasar ciri ciri yang ditemukan pada korban. Mulai dari gelang, sandal, dan tindik pada korban.

Selain itu, putrinya telah tidak bisa dihubungi sejak hari Selasa lalu (21/1/2025).

"Saya WA hari selasa hanya centang satu," terangnya.

Hendi mengaku tidak menyangka nasib anaknya itu akan berakhir tragis. Pelaku melakukan pembunuhan terhadap anaknya secara tragis.

Sangat tidak manusiawi. Keluarga berharap pelaku dapat segera diamankan dan dihukum setimpal.

“Harapannya anggota tubuh lainnya cepat ditemukan dan pelaku cepat tertangkap," terangnya.

Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Joshua mengungkapkan bahwa mayat yang ditemukan memiliki ciri-ciri untuk proses identifikasi.

Korban berjenis kelamin wanita memiliki tinggi badan sekitar 150 cm. Usia diperkirakan antara 20-35 tahun dengan kulit kuning langsat cenderung putih.

Terdapat ciri khas berupa tindik atau piercing di atas pusar dan tahi lalat di bagian pinggang kiri atas.

Korban ditemukan mengenakan gelang tali hitam dengan bandul menyerupai emas, rok hitam ukuran L, serta sandal bermerek Junkut dengan pola Dior.

Joshua menambahkan, pihaknya turut menemukan tali kuncir rambut di tangan kanan korban. Serta bad cover bermotif lurik atau garis-garis. Koper tempat korban ditemukan berwarna merah jambu dengan merek Rendeer.

"Juga tali merah yang digunakan untuk menali koper," terangnya.

Dia mengungkapkan hasil autopsi sementara, menunjukkan bahwa korban mengalami mutilasi pada beberapa bagian tubuh.

Kepala korban hilang, sementara kaki kiri terpotong hingga pangkal paha dan kaki kanan hingga lutut.

"Terdapat resapan darah di sekujur tubuh korban, yang mengindikasikan adanya tindak kekerasan sebelum korban meninggal dunia," jelasnya.

Hingga kini kepolisian terus bekerja keras memburu pelaku serta mengungkap motif di balik kasus mutilasi dalam koper di Ngawi tersebut. (sae/kid)

 

Editor : Nur Wachid
#ayah #update #mayat #ngawi #mutilasi #korban #koper