PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - Banjir bandang yang terjadi pertengahan Desember lalu masih menyisakan pekerjaan rumah bagi Pemkab Ponorogo.
Tanggul jebol yang memicu banjir luapan mendesak diperbaiki secara permanen. Kebutuhan anggaran ditaksir mencapai Rp 8 miliar.
DPR RI hingga DPRD Jatim turun gunung menggelar rapat kerja bersama Pemkab Ponorogo kemarin (8/1/2024).
Hasilnya, Pemkab bakal mengajukan perbaikan tanggul di sembilan titik lokasi banjir. Sedikitnya, alokasi Rp 8 miliar diusulkan ke anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Provinsi Jatim awal tahun ini.
‘’Alokasi ini memang menjadi domain Pemprov, dan ketika nanti disepakati akan sama-sama kami dorong untuk segera ditangani,’’ kata Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jatim Abdul Halim.
Selain mencari solusi jangka pendek, pihaknya berharap Pemkab Ponorogo turut memikirkan penanganan jangka panjang masalah banjir akut menahun tersebut.
Apalagi bencana tahunan itu juga melanda daerah lain. ‘’Kami dorong, harus bisa mencari solusi jangka panjang untuk menyelesaikan masalah banjir di Ponorogo ini,’’ ungkapnya.
Hal senada diungkap Anggota DPR-RI Komisi V Ali Mufti. Menurutnya, banjir menjadi masalah bersama, sehingga butuh penanganan strategis.
Salah satunya, pihaknya mendorong pembangunan embung sebagai penahan sementara air hujan.
Embung juga berfungsi menampung antrean aliran sungai agar tidak meluap. ‘’Banjir kami harapkan bisa semakin diminimalisir,’’ pungkasnya. (gen/kid)
USULAN BTT PROVINSI JATIM 2025
Rp 900 juta bronjong tanggul sungai Dusun Jogowangsan, Kemuning, Sambit
Rp 3,1 miliar 5 titik bronjong tanggul Sungai Kalisono, Desa Grogol, Sawoo
Rp 1,5 miliar bronjong tanggul anak sungai Keyang, Kelurahan Brotonegaran, Ponorogo
Rp 1 miliar bronjong tanggul Sungai Sekayu, Desa Gandukepuh, Sukorejo
Rp 1,5 miliar bronjong tanggul sungai Dusun Doplang, Bajang, Balong
Editor : Nur Wachid