PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Gelaran Bumi Reog Berdzikir (BRB) 2024 yang diinisiasi oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) akan berlangsung pada Minggu (29/12/2024) di Alun-Alun Ponorogo.
Kegiatan ini diperkirakan akan dihadiri lebih dari 50 ribu pesilat dari berbagai ranting PSHT di Ponorogo dan sekitarnya.
Ketua Cabang PSHT Ponorogo, Moh. Komarudin, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan citra positif organisasi.
Oleh karena itu, sejumlah aturan wajib diberlakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Aturan Wajib untuk Peserta BRB 2024 PSHT Ponorogo
Komarudin menyampaikan beberapa aturan utama yang wajib dipatuhi oleh seluruh peserta, di antaranya:
1. Larangan Membawa Senjata Tajam dan Minuman Keras
Peserta dilarang keras membawa benda berbahaya seperti senjata tajam (sajam) atau minuman keras (miras) ke lokasi acara.
2. Larangan Knalpot Brong
Penggunaan knalpot brong yang bising tidak diizinkan. Hal ini untuk menjaga kenyamanan masyarakat sekitar.
Baca Juga: Presiden Prabowo Beri Arahan soal Penurunan Biaya Haji Tahun 2025, Wamenag: Dipastikan akan Turun
3. Pembatasan Bendera Komunitas
Setiap desa hanya diperbolehkan membawa satu bendera komunitas sebagai simbol representasi.
4. Pengawalan dari Polsek Tiap Ranting
Seluruh perjalanan peserta dari ranting ke lokasi acara akan dikawal oleh aparat polsek masing-masing.
5. Ketertiban Lalu Lintas
Peserta wajib mengikuti aturan lalu lintas selama perjalanan menuju dan kembali dari Alun-Alun Ponorogo.
“Kami sudah menyampaikan imbauan kepada seluruh anggota untuk menjaga ketertiban dan mematuhi aturan ini. Damai Bumi Reog menjadi tema besar yang harus dijaga bersama,” tegas Komarudin.
Pengamanan Gabungan dan Penyekatan di Perbatasan
Kapolres Ponorogo, AKBP Anton Prasetyo, menyatakan bahwa pihaknya akan menerjunkan 215 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Brimob.
Penyekatan akan dilakukan di perbatasan untuk memastikan peserta dari luar daerah tidak melakukan pengerahan massa yang tidak sesuai aturan.
“Keamanan dan kenyamanan menjadi prioritas utama kami. Pamter dan koordinator lapangan juga kami libatkan untuk menjaga nama baik PSHT selama acara berlangsung,” ujar Anton.
Baca Juga: Deretan Kontroversi yang Menyeret Suami Raisa, dari Gosip Open BO hingga Tuduhan Pelecehan Karyawan
Kapolres Ponorogo juga berharap acara ini dapat berlangsung tertib dan lancar.
“Mari kita bersama-sama menjaga kedamaian dan menunjukkan bahwa Ponorogo adalah kota yang aman dan kondusif,” pungkas Anton. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid