Jawa Pos Radar Lawu – Warga Kota Banjar digegerkan oleh aksi tak senonoh dua pria di dalam toilet sebuah masjid di Jelat, Pataruman.
Kedua pria tersebut tepergok melakukan tindak asusila sesama jenis, yang akhirnya diungkap oleh warga sekitar karena gerak-gerik mereka yang mencurigakan.
Menurut Yadi berusia (43) tahun, seorang saksi mata, peristiwa itu terjadi pada Rabu (25/9/2024) sekitar pukul 14.00 WIB. Ia menjelaskan bahwa awalnya ia melihat seorang pria paruh baya memasuki toilet masjid, kemudian diikuti oleh seorang pria muda beberapa saat kemudian.
"Waktu itu, saya melihat laki-laki paruh baya masuk ke dalam toilet, tak lama disusul pria muda. Mereka ada di dalam toilet sekitar 5 menitan," kata Yadi kepada awak media pada Minggu (29/9/2024) siang.
Karena curiga, Yadi bersama seorang warga lainnya memutuskan untuk menggedor pintu toilet. Ketika pintu digedor, pria paruh baya langsung melarikan diri dengan menggunakan kendaraannya.
"Pria tua itu kabur ketika kami gedor pintu toilet," jelas Yadi, seraya menambahkan bahwa pria muda yang masih berada di dalam toilet berhasil diamankan oleh warga.
Peristiwa tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.
Pemuda berinisial H berusia (24) tahun, yang diamankan di lokasi kejadian, mengaku kepada polisi bahwa dirinya melakukan perbuatan tidak senonoh karena dipaksa oleh pria paruh baya yang melarikan diri.
Pria tersebut, menurut pengakuan H, adalah Udin, orang tua dari teman sekelasnya ketika masih di Sekolah Dasar (SD).
"Iya, saya dipaksa bapak itu," kata H kepada awak media setelah diamankan di Polsek Pataruman pada Minggu siang.
Korban H menjelaskan bahwa Udin, yang bekerja sebagai tukang ojek dan tinggal di Pananjung, menarik lengannya dan memaksanya untuk melakukan tindakan asusila tersebut.
Perbuatan serupa ternyata sudah dilakukan sebelumnya di tempat lain.
"Ini kedua kalinya. Pertama di toilet pasar, kedua di sini. Waktu pertama saya dibayar Rp 50 ribu, sekarang juga sama tapi baru dibayar Rp 30 ribu, sisanya diutang," ungkap H.
Kapolsek Pataruman, AKP Hadi Winarso, membenarkan adanya kejadian asusila di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari warga terkait insiden tersebut dan akan menindaklanjuti sesuai prosedur.
"Ya, kami mendapat laporan dari warga tentang hal tersebut. Dalam hal ini kami minta warga tetap tenang," kata Hadi.
Kapolsek juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing, terutama terhadap orang asing yang dicurigai.
"Mari kita tingkatkan kembali Siskamling dan pengawasan terhadap gerak-gerik orang asing yang dianggap mencurigakan," tutupnya. (okta)
Editor : Riana M.