Jawa Pos Radar Lawu - Berita seorang santriwati di Sragen, Jawa Tengah dicabuli guru ngajinya viral di media sosial.
Adalah V (16) sosok santriwati yang jadi korban rudapaksa mantan guru ngajinya S(55).
Mengutip laman hetanews.com informasi pelecehan S terbongkar pada Selasa (10/9) malam.
Kala itu warga langsung menginterogasi sang Ustad yang berasal dari Desa Pagak, Kecamatan Sumberlawang.
S mengakui perbuatannya yang kemudian membuat warga marah lalu mengarak S keliling kampung tanpa pakaian.
Melansir laman ANTARA disebutkan jika V pernah menjadi murid mengaji S.
Sementara itu, V diketahui pernah menjadi murid mengaji S. Namun ketika masuk SMP, V tidak lagi belajar mengaji dengan S.
Saat ini V sudah duduk di kelas XI sebuah sekolah di Kabupaten Sragen.
Meski demikian, komunikasi keduanya masih berlanjut melalui ponsel. S seringkali memberikan semangat pada V untuk rajin belajar. Komunikasi keduanya terjalin intens.
Bahkan tersangka mengaku telah melakukan pencabulan terhadap V sebanyak 10 kali dan persetubuhan sebanyak 7 kali sejak tahun 2022-2024.
Lokasi pencabulan dan persetubuhan di rumah dan gudang.
Kepala Satreskrim Polres Sragen Ajun Komisaris Isnovim Chodariyanto di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah engatakan awalnya ada iming-iming uang dari tersangka pada korban.
Bahkan S berjanji pada V akan bertanggung jawab jika korban sampai hamil. (*)
Editor : Riana M.