Di umurnya yang masih sangat belia, AA sudah menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan dari empat remaja laki-laki sekaligus.
Berikut kronologi pemerkosaan dan pembunuhan AA yang dilakukan oleh 4 tersangka yakni IS (16), MZ (13), AS (12), dan NS (12).
IS merupakan kekasih dari AA.
AA awalnya diajak IS untuk bertemu dengan alasan menonton pertunjukan kuda kepang di Pipa Reja, Kemuning.
Saat sampai AA malah diajak ke tempat pemakaman umum (TPU).
Setibanya di sana, IS langsung membekab hidung dan mulut AA hungga lemas dan tak sadarkan diri.
"Setelah korban lemas, para pelaku kemudian mencabuli korban secara bergilir. Diawali oleh IS, MZ, NZ, dan AS," ujar Kapolrestabes Palembang Kombes Haryo Sugihhartono dikutip dari CNN.
Belum puas, keempat pelaku kemudian membawa korban ke lokasi kedua yang berjarak sekitar kurang lebih 30 menit dari lokasi pertama. AA kembali diperkosa dalam keadaan meninggal dunia.
"Di TKP kedua, korban kembali dicabuli dalam keadaan telah meninggal dunia. Mereka mencabuli korban dengan caranya masing-masing," katanya.
Kasus pemerkosaan dan pembunuhan ini mendapat respon dari berbagai pihak.
Psikolog Anak dari Rumah Sakit RK Charitas Palembang, Devi Delia mengatakan karakteristik remaja masih dalam kondisi tak stabil karena faktor hormonal, seperti emosi masih fluktuatif atau labil.
Ia menyebut, faktor lingkungan juga berpengaruh pada tingkah laku seseorang, sebab rata-rata seorang remaja melakukan sesuatu dengan harapan ingin mendapatkan pengakuan.
Salah satunya, ikut-ikutan melakukan hal yang salah. Padahal mereka sudah mendapat ajaran moral dari rumah namun ia masih butuh pengakuan dari teman atau kelompoknya.
"Maka ia ingin melakukan hal itu seperti kejadian pemerkosaan dan pembunuhan ini, salah satu pelaku yang saya baca pamer dengan temannya padahal itu perbuatan yang salah," katanya dikutip dari laman detik.com. (*)
Editor : Riana M.