PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - Ribuan lalat meneror warga Desa Koripan, Kecamatan Bungkal, Ponorogo, Jawa Timur.
Kondisi ini semakin memprihatinkan dengan bau menyengat yang membuat warga harus sering menutup hidung.
Selama dua tahun terakhir, warga desa tersebut harus menghadapi masalah ini.
Warga menduga bahwa serbuan lalat dan polusi bau berasal dari kandang ayam yang berlokasi dekat permukiman.
Mereka menuding kandang milik warga setempat sebagai sumber utama masalah lingkungan selama dua tahun terakhir.
Menurut warga, limbah dari kandang ayam tersebut dibuang sembarangan dan pengelolaannya tidak sesuai standar operasi yang berlaku, sehingga memicu bau dan mengundang lalat.
"Bahkan sebagian warga kalau keluar rumah harus pakai masker, tidak ada lagi udara segar," keluh Galih Yoga, warga Desa Koripan.
Bau dan serangan lalat tersebut juga dirasakan oleh warga Desa Kalisat yang bertetangga dengan Desa Koripan.
Pemerintah Desa (Pemdes) Kalisat sempat menggelar mediasi pada Januari lalu untuk mempertemukan pemilik kandang dengan warga dari kedua desa yang terdampak.
Dalam mediasi tersebut, pemilik kandang berjanji akan memperbaiki kandang dan mencegah polusi bau.
Namun, janji tersebut hanya manis di mulut, karena polusi bau tetap terjadi dan mengundang lebih banyak lalat hingga mengganggu aktivitas warga setempat.
"Kami juga khawatir ada masalah kesehatan karena lalat senang berada di dapur, bahkan sudah ada yang mengeluh diare," ujar Galih.
Warga berharap persoalan lingkungan yang telah berlangsung lama ini segera ditangani oleh pihak terkait.
Mereka menginginkan ada sanksi tegas jika pengelolaan limbah ternak ayam tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku.
"Kami minta dinas melakukan verifikasi, kalau memang sudah layak beroperasi baru boleh jalan lagi. Karena sementara ayamnya kosong, dan kalau melanggar lagi, kami harapkan ditutup," tegas Galih. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid