Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Ini Hasil PPDB Tahun Ajaran Baru SDN di Ponorogo , 5 Sekolah Tak dapat Siswa Baru, Puluhan SD Negeri dapat Kurang 5 Murid

Sugeng Dwi N. • Kamis, 18 Juli 2024 | 02:42 WIB
KOSONG: Siswa kelas II SDN Setono menyapu ruang kelas I yang seharusnya diisi siswa baru. (SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO)
KOSONG: Siswa kelas II SDN Setono menyapu ruang kelas I yang seharusnya diisi siswa baru. (SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - Hasil pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025 untuk Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Ponorogo mencengangkan. 

Pemkab Ponorogo harus berlapang dada menerima kenyataan minimnya siswa baru di SD Negeri (SDN).

Nyaris terjadi tiap tahun ajaran baru, tahun ini Pemkab setempat mencatat lima SDN tak mendapatkan siswa baru.

Perlu formula khusus mengingat mata rantai pekerjaan rumah (PR) itu berimbas pada permasalahan kompleks dunia pendidikan.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko membeberkan, Dari total 550 SDN yang tersebar di Bumi Reog, lima sekolah yakni, SDN 4 Jurug, SD Negeri Truneng, SDN 5 Baosan Lor, SD Negeri 1 Bajang, Serta SDN Setono nihil siswa baru.

Selain itu, empat SDN hanya mendapatkan satu siswa baru. Pun, ratusan SDN lainnya mendapat kurang dari sepuluh siswa di tahun ajaran 2024/2025 ini.

‘’Tentu kami prihatin, dan akan kami rumuskan lagi bersama kepala desa (kades), tokoh masyarakat, sampai Dinas Pendidikan,’’ kata Kang Giri.

Dia mengklaim pemerintah sejatinya menginisiasi inovasi dua tahun belakangan.

Salah satunya, memasukkan kurikulum pendidikan Islam, serta mewajibkan peserta didik hafal juz amma. Terbilang populer, saban tahun ribuan hafiz lulus.

‘’Kami ingin hadirkan lembaga pendidikan yang berbasis agama lewat program ini menjawab kebutuhan masyarakat yang mau sekolah bernuansa pendidikan Islam,’’ jelasnya.

Realitanya, program tersebut kurang mendongkrak animo warga mempercayakan putra-putri mereka mengenyam pendidikan di SDN.

Opsi regrouping sempat mencuat, namun pihaknya khawatir kebijakan itu sebagai tanda gagalnya pemerintah menyediakan fasilitas pendidikan yang menjadi layanan dasar, wajib hukumnya diberikan pada seluruh warga tanpa terkecuali.

‘’Kalau dihubungkan dengan angka kelahiran memang ada penurunan dan KB berhasil. Tapi kami tidak ingin ini jadi alasan semata,’’ ujarnya.

Pada sisi lain, Kang Giri juga tidak ingin mengkambinghitamkan mudahnya perizinan sekolah swasta.

Menurutnya, hal itu bukan menjadi biang problem menahun tersebut terulang kembali.

‘’Kami tidak ingin kalau harus menghambat perizinan sekolah swasta. Itu tidaklah bijak, karena sama-sama demi mencerdaskan generasi Ponorogo,’’ tandasnya. (gen/kid) 

HASIL PPDB TAHUN AJARAN BARU SDN DI PONOROGO 

5 SDN nol siswa baru

4 SDN 1 siswa baru

11 SDN 2 siswa baru

18 SDN 3 siswa baru

32 SDN 4 siswa baru

46 SDN 5 siswa baru

(Sumber: Dindik Ponorogo)

Editor : Nur Wachid
#sekolah dasar #ppdb #Hasil #2024 #negeri #tahun ajaran baru #sd #2025 #minim siswa #SDN