Jawa Pos Radar Lawu - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang lanjut usia di Gowa, Sulawesi Selatan meninggal dunia setelah diduga tidak segera mendapatkan pelayanan di rumah sakit.
Pasien yang sudah dalam kondisi kritis tersebut meninggal setelah menunggu hampir satu jam di depan IGD RSUD Syekh Yusuf.
Dalam video yang viral, nenek Nia, pasien rujukan dari Puskesmas Parang Loe, menghembuskan napas terakhirnya di dalam mobil ambulans. Video itu menunjukkan suasana dalam IGD RSUD Syekh Yusuf dan keluarga pasien yang mempertanyakan pelayanan rumah sakit.
Direktur RSUD Syekh Yusuf, drg. Fatmawati, belum bisa memberikan keterangan dan mengarahkan untuk mengonfirmasi ke humas RSUD.
“Bisa komunikasi dengan bagian humas RS. Maaf sementara kami di Malino ada acara, jadi sinyal kurang bagus. Kami bicarakan dulu dengan manajemen terkait berita ini,” ujar Fatmawati kepada para awak media, Sabtu (13/7).
Humas RSUD Syekh Yusuf, Muhammad Taslim, juga enggan memberi keterangan dan mengarahkan untuk menanyakan kejadian tersebut ke Kepala Bidang Pelayanan dr. Suryadi.
“Boleh kita konfirmasi ke dr. Suryadi sebagai Kepala Bidang Pelayanan di RS karena teknisnya beliau lebih tahu. Kalau tidak salah (kejadiannya) 5 hari yang lalu. Saya tidak terlalu jelas kronologisnya,” jelas Taslim.
Hingga kini, dr. Suryadi belum merespons panggilan telepon dan pesan singkat yang dikirimkan.
Rekaman video amatir yang diambil oleh keluarga pasien memperlihatkan saat nenek Nia meninggal di dalam ambulans.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, yang melihat video viral tersebut, langsung melakukan inspeksi mendadak dan memarahi manajemen RSUD Syekh Yusuf.
”Kita melihat pemberitaan di media ada pasien meninggal karena tak dirawat. Ternyata tingkat kesadaran pasien sudah sangat rendah dan di sini juga sudah penuh,” ujar Adnan di lokasi pada Senin (15/7).
Bupati Gowa, akan memberikan sanksi tegas kepada manajemen rumah sakit yang diduga lalai.
Kejadian tersebut turut menarik berbagai perhatian netizen yang mengomentari insiden tersebut.
"Sepele Banged Ama Rakyat Biasa," tulis netizen dalam kolom komentar salah satu medsos.
"Bener kata, orang susah gak boleh sakit, miris bgt," balas netizen lain.
"Respect sama Bupatinya," tambah netizen lain bangga pada sikap pemimpin semacam itu.
"Harus viral dulu baru di proses," kecam netizen.
"Kebiasaan rumah sakit di indonesia ini heran heran. pdhl mau jdi dokter perawat udah di sumpaah!!!," tegas netizen lain. (okta)
Editor : Riana M.