Jawa Pos Radar Lawu – Usai kecelakan maut yang merenggut 6 nyawa orang, kabar baik datang bagi keluarga korban yang menimpa rombongan guru SD Darul Falah Kenjaren, Surabaya.
Dimana semua korban, baik yang meninggal maupun yang luka-luka akan mendapatkan santunan dari pihak Jasa Raharja.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Sabtu pagi (13/7/2024) sekitar pukul 03.15 WIB di Jalan Tol Solo-Ngawi KM 497+800 jalur B, Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jateng.
Kecelakaan terjadi ketika mobil Isuzu Elf bernomor polisi AG 7710 V yang membawa 22 penumpang menabrak bagian belakang truk muatan bata ringan.
Kecelakaan ini mengakibatkan enam orang tewas, termasuk satu anak-anak dan satu bayi berusia 9 bulan, sementara 13 penumpang lain mengalami luka-luka dan dua penumpang lainnya selamat.
Penanggung Jawab dari pihak Jasa Raharja wilayah Boyolali, Rio Aditia, menjelaskan bahwa seluruh korban akan dicover oleh Jasa Raharja.
“Kami memastikan untuk keterjaminan korban, baik yang meninggal maupun korban luka-luka,” ujar Rio Aditia selaku penanggung jawab Jasa Raharja, Boyolali.
Enam korban meninggal saat ini berada di Rumah Sakit Pandan Arang Boyolali, bersama satu korban luka yang juga dirawat di rumah sakit tersebut.
Sementara itu, korban lainnya dirawat di Rumah Sakit UNS, RSUD Dr Moewardi Solo, dan RS Ortopedi dr Soeharso. Rinciannya, ada 10 korban luka yang dirawat di Rumah Sakit UNS, satu korban di Rumah Sakit Ortopedi dr Soeharso, dan dua korban di RSUD Dr Moewardi.
Sedangkan dikabarkan kondisi dari dua penumpang lainnya sekarang dalam keadan selamat.
"Untuk korban yang meninggal, pertama nantinya akan kami survei dulu. Untuk ahli waris sesuai ketentuan perundang-undangan, mendapatkan santunan nominalnya Rp 50 juta di masing-masing korban. Akan kami serahkan kepada ahli waris di Surabaya," tambah Rio.
“Sedangkan untuk korban luka-luka, biaya perawatan di rumah sakit akan dicoverdengan nilai maksimal Rp 20 juta per korban.” jelasnya
Kapolres Boyolali, AKBP Petrus Parningotan Silalahi, menyatakan bahwa polisi masih melakukan terus melakukan penyelidikan lebih mendalam terkait penyebab kecelakaan maut tersebut.
“Ini masih dalam pengolahan TKP dan masih dalam penyelidikan,” tandas AKBP Petrus.
Ada beberapa dugaan sementara penyebab kecelakaan ini, mulai dari sopir Elf yang mengantuk hingga terjadinya rem blong.
Rombongan guru SD Darul Falah Kenjaren, Surabaya tersebut hendak berwisata ke Yogyakarta sebelum musibah ini terjadi.(okta)
Editor : Riana M.