Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kontroversi SiPEPEK, Aplikasi Layanan Digital Dinsos Cirebon yang Dinilai Tak Etis, Netizen Sarankan Ganti Nama

Dhea Rizki Oktafiani • Kamis, 4 Juli 2024 | 05:11 WIB

Aplikasi Layanan Digital Dinsos Kab. Cirebon Tuai Kontroversi Karena Bernama SiPEPEK (Sumber sipepek.cirebonkab.go.id)
Aplikasi Layanan Digital Dinsos Kab. Cirebon Tuai Kontroversi Karena Bernama SiPEPEK (Sumber sipepek.cirebonkab.go.id)

Jawa Pos Radar Lawu - Pemerintah Kabupaten Cirebon merilis aplikasi pelayanan yang namanya membuat masyarakat terheran heran karena merujuk kepada alat kelamin perempuan.

Namanya adalah siPEPEK. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pepek memilik arti alat kelamin perempuan. 

Tentu hal tersebut menjadi pembahasan yang ramai ditengah-tengah masyarakat, bahkan sempat menduduki trending di aplikasi X. 

Kontroversi atas nama aplikasi tersebut pun menjadi huru hara, meskipun pada aslinya merupakan aplikasi yang memberikan banyak manfaat.

Dilansir sari sipepek.cirebonkab.go.id, pepek atau pepeg ini memiliki arti lengkap atau komplit dalam Bahasa Daerah Cirebon.

SiPEPEK ini merupakan sistem layanan program penanggulangan kemiskinan dan jaminan kesehatan guna untuk melengkapi kebutuhan warga yang kurang mampu di Daerah Cirebon. 

SiPEPEK menjadi aplikasi terbaru dari Dinas Sosial Kabupaten Cirebon yang menyediakan layanan secara digital untuk akses masyarakat yang lebih mudah dan cepat.

Aplikasi ini dikembangkan langsung oleh Diskominfo Kabupaten Cirebon. 

Dalam aplikasi tersebut terdapat berbagai layanan yang bisa dibilang memiliki banyak pilihan dan komplit, mulai dari layanan anak balita terlantar, anak dengan disabilitas, anak jalan, anak korban kekerasan dan masih banyak lagi.

Namun meski memberikan layanan yang lengkap, masyarakat terutama netizen masih ramai membicarakan nama aplikasi yang di nilai kurang ertis tersebut. 

Bahkan ada sebagian yang menyarankan untuk diganti, karena tidak semua orang yang tinggal di Cirebon adalah orang Cirebon asli.

Sehingga penggunaan bahasa nasional dalam nama aplikasi tersebut akan membuatnya terdengar wajar dan lebih baik, karena stigma terhadap penggunaan kata 'pepek' sendiri adalah negatif di Indonesia, yakni merujuk pada alat kelamin perempuan. (*)

Editor : Riana M.
#aplikasi digital #cirebon #media sosial X #jawa barat #ganti nama #dinas sosial #dinsos #viral