PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - Masih ada saja oknum pedagang tak bertanggung jawab yang memanfaatkan keramaian perayaan Grebeg Suro.
Seorang oknum pedagang sengaja memasang tarif tak wajar alias getok harga, menimpa warga yang kemudian mengunggahnya di jejaring sosial hingga menjadi sorotan publik.
Yuni Anjarwati, warga Desa Pagotan, Geger, Kabupaten Madiun, mengeluh melalui kanal Facebook.
Saat menyaksikan Festival Reog Remaja (FRR) pada Minggu (30/6), dia membeli tiga porsi makanan dari pedagang kaki lima (PKL) di sisi timur Alun-alun Ponorogo, satu bungkus nasi pecel dan dua bungkus nasi campur.
Dia sempat terkejut ketika total harga yang dibanderol adalah Rp 70 ribu.
‘’Saya tanyakan lagi ke penjualnya. Katanya nasi pecel Rp 10 ribu, dua nasi campur Rp 60 ribu,’’ ungkapnya.
Meski merasa kecewa, Yuni memilih untuk tetap membayar makanan tersebut. Dia berharap Pemkab setempat tidak membiarkan kejadian serupa terulang.
’'Setiap tahun lihat Grebeg Suro, hasilnya kecewa apalagi tidak ada harganya di daftar menu,’’ terangnya. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid