Jawa Pos Radar Lawu - Seorang Youtuber serta traveler motor bernama Kristian Hansen menuai pujian masrayakat Indonesia.
Bule asal Denmark itu mendapat sanjungan karena aksinya yang telah berhasil memperbaiki jembatan rusak di Desa Bajo, Sampela, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Kristian yang memang seorang traveler itu sedang berkeliling Indonesia dalam dua tahun terakhir.
Ia sengaja mengunjungi Wakatobi karena sutradara film Avatar terinspirasi dari kehidupan warga masyarakatnya. Namun, dibalik keindahannya terdapat beberapa tempat yang rusak.
Kemudian Ia menjadi tergerak setelah melihat kondisi jembatan yang tidak aman bagi warga Suku Bajo.
"Saat saya baru pertama kali tiba disini, semua orang berkata 'be carefull, be careful' (artinya hati-hati) saat melewati jembatan." Katanya dalam video yang diunggah Instagram pribadinya @thekristianhansen.
Rupanya hal itu dikatakan oleh warga masyarakat karena jembatan yang memiliki kondisi tidak bagus.
Banyak lubang dimana-mana dan kayu yang digunakan sebagai pijakan juga terlihat sudah rapuh.
Ternyata jembatan tersebut telah berusia lebih dari 10 tahunan, sehingga usang dan seperti akan ambruk.
Kristian juga mengatakan bahwa terkadang orang tua dan anak-anak ada yang jatuh ketika melewati jembatan tersebut.
"Jembatan mereka sudah berusia lebih dari 10 tahun. Terkadang orang tua dan anak-anak jatuh dan terluka" Kata Ktistian sambil memperlihatkan bagian jembatan yang tak layak dilalui.
Kristian lalu menggalang donasi dan selama 24 jam berhasil mengumpulkan 75 juta. Uang tersebut kemudian digunakan Kristian untuk membeli bahan-bahan untuk memperbaiki jembatan tak layak itu.
Awalnya Kristian meminta izin kepada masyarakat sekitar dan setelah mendapat izin langsung membeli kayu sebanyak banyaknya dan beberapa perkakas dengan menggunakan uang hasil donasi.
Kristian juga bergotong royong dengan warga sekitar untuk memperbaiki jembatan tersebut hingga jembatan kembali baru dan layak untuk digunakan.
Tidak hanya itu, Kristian juga membantu membenahi beberapa rumah warga yang rusah dengan sisa hasil donasi yang ada. (*)
Editor : Riana M.