MADIUN, Jawa Pos Radar Lawu - Sugeng Dwi Nurcahyo, jurnalis Jawa Pos Radar Madiun didapuk menjadi akademisi di lingkungan Politeknik Negeri Madiun (PNM).
Sugeng yang bertugas di wilayah Ponorogo (Radar Ponorogo) itu diberikan kepercayaan mengampu mata kuliah Journalism Prodi Bahasa Inggris Jurusan Administrasi Bisnis PNM dalam program Praktisi Mengajar.
''Mengajar kelas 3A, total 12 jam yang dibagi empat pertemuan, jadi tiga jam tiap pertemuan,'' kata Sugeng dilansir Jawa Pos Radar Madiun.
Dia terpilih dari total 43 praktisi yang mengikuti program tersebut. Adapun praktisi terpilih mendasar pada hasil seleksi yang digelar PNM sebelumnya.
Praktisi Mengajar merupakan program yang diinisiasi Kemendikbud Ristek RI, bertujuan agar lulusan perguruan tinggi matang di dunia kerja.
Program ini merupakan wujud kolaborasi praktisi ahli di bidangnya dengan dosen agar tercipta transfer keilmuan serta keterampilan maupun keahlian secara berkelanjutan.
Wujud kolaborasi itu disampaikan Sugeng selaku praktisi dalam mata kuliah Journalism yang disampaikan di ruang kelas.
''Menjadi dosen itu susah-susah gampang karena menjadi sesuatu yang baru. Dari sini belajar banyak hal, mulai bidang jurnalistik yang saya tekuni dan cara berbagi serta berinteraksi dengan para mahasiswa,'' ujar anak bungsu dua bersaudara pasangan Sadik-Lasmi itu.
Selain berbagi ilmu jurnalistik, mulai kode etik, pedoman pemberitaan ramah anak dan lainnya, Sugeng turut mengelaborasikan bahan ajar dengan pengalamannya menjadi jurnalis sejak 2017 lalu.
Pun, Sugeng turut membuka ruang diskusi serta mengajak langsung para mahasiswa praktik menghasilkan karya jurnalistik.
''Bangga bisa ambil peran di kampus besar seperti Politeknik Negeri Madiun,'' ungkap jebolan PNM tersebut.
Sekadar diketahui, Sugeng merupakan peraih Pijar Jatim Award 2023 yang digelar BKKBN Jawa Timur. Karyanya bertajuk Satu Butir Begitu Berharga edisi 20 Juni 2023 di Jawa Pos Radar Ponorogo dinobatkan menjadi Juara I dalam ajang tersebut. (mg1/kid)
Editor : Nur Wachid