Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Polisi Periksa Oknum Perangkat Desa, Diduga Jadi Donatur, Buntut Ledakan Maut Mercon Balon Udara di Ponorogo, Jawa Timur

Sugeng Dwi N. • Jumat, 17 Mei 2024 | 20:44 WIB

 

Satreskrim Polres Ponorogo menyita barang bukti dan memeriksa 15 orang buntut insiden ledakan mercon balon udara di Desa Muneng, Balong, Ponorogo, Jawa Timur. (SUGENG DWI N./RADAR PONOROGO)
Satreskrim Polres Ponorogo menyita barang bukti dan memeriksa 15 orang buntut insiden ledakan mercon balon udara di Desa Muneng, Balong, Ponorogo, Jawa Timur. (SUGENG DWI N./RADAR PONOROGO)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - Proses pengusutan insiden maut mercon balon udara di Desa Muneng, Balong, Ponorogo, Jawa Timur berlanjut.

Tak kepalang tanggung, polisi turut memeriksa seorang oknum perangkat desa setempat. Oknum tersebut diperiksa maraton bersama total 15 saksi.

Bahkan, polisi harus berjam-jam mengundang oknum perangkat desa berinisial ABP tersebut ke meja penyidik.

Kuat dugaan ABP menjadi salah satu donatur penyandang dana pembuatan balon udara dan mercon berukuran raksasa yang berakhir maut tersebut.

Menyusul polisi mendapatkan keterangan nama ABP masuk dalam daftar buku sumbangan yang dibawa para remaja pembuat balon udara.

Kapolsek Balong AKP Agus Widodo membenarkan hal itu. Namun, pihaknya belum dapat memastikan sejauh mana keterlibatan ABP.

Oknum berdalih akad sumbangan yang diajukan para remaja bukan untuk membuat balon udara, melainkan kegiatan Idul Fitri.

''Ngakunya tidak tahu kalau dialihfungsikan untuk membuat balon udara,'' terang Agus.

Tak berhenti di oknum kepala desa, korban lain ledakan maut mercon balon udara yang tengah dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Ponorogo turut diperiksa.

DW, 18, mengalami luka bakar di sebagian tubuhnya, seperti tangan dan paha. Sebelumnya, DW dirawat di klinik desa setempat.

''Ada empat yang terluka, satu meninggal dunia, satu dirujuk, dan dua rawat jalan,'' ujarnya.

Agus menyesalkan insiden maut mercon balon udara yang telah merenggut satu nyawa tersebut.

Apalagi saat digelar rekonstruksi, warga setempat mengetahui proses pembuatan balon dan mercon yang dilakukan para remaja.

Disayangkan, tak ada satupun yang melarang, termasuk keluarga. ‘’Proses pembuatan balon sempat pindah-pindah rumah, jadi masyarakat tahu tapi tidak ada yang melarang bahkan saat yang menerbangkan itu anak di bawah umur,’’ sesalnya.

Dia berharap warga maupun perangkat desa setempat tak apatis terhadap bahaya mercon dan balon udara.

Termasuk peran orang tua tanggap mencegah anak mereka merakit balon dan mercon. ‘’Masyarakat tidak peduli,  dan ternyata semua lingkungan tahu dan lihat pembuatan balon,’’ tegasnya. (gen/kid) 

‘’Proses pembuatan balon sempat pindah-pindah rumah, jadi masyarakat tahu tapi tidak ada yang melarang bahkan saat yang menerbangkan itu anak di bawah umur.’’

AKP AGUS WIDODO

Kapolsek Balong

Editor : Nur Wachid
#polisi #mercon #jawa timur #polres #oknum #balon udara #ledakan #ponorogo #perangkat desa