PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Bermunculan kembali survei enam bulan jelang Pilkada Ponorogo 2024, November mendatang.
Kali ini, Lembaga Survei Indopol merilis hasil survei elektabilitas para kandidat kemarin (9/5).
Hasilnya, poros petahana Sugiri Sancoko mendominasi dengan tingkat elektabilitas tertinggi di angka 52,68 persen.
Sementara itu, Ipong Muchlissoni versi Indopool di urutan kedua dengan jarak tebal di angka 2,93 persen.
Disusul Agus Pramono, Ali Mufti, Ibnu Multazam masing-masing 0,49 persen. Didik Subagio, Supriyanto, Markum, serta Miseri Efendi sama 0,24 persen.
‘’Kami sodorkan ke masyarakat siapa bupati yang cocok pimpin Ponorogo, hasilnya muncul beberapa nama termasuk nama Bupati Markum yang telah meninggal,’’ kata Direktur Indopol Jawa Timur Fauzin.
Fauzin membeber peta tingginya elektabilitas Sugiri nyaris merata 21 kecamatan. Pengecualian enam kecamatan yang menjadi beban pundak Sugiri.
Yakni Kecamatan Babadan, Jetis, Sooko, Slahung, Badegan, serta Jambon. Meski elektabilitas Sugiri lumayan tinggi, namun jumlah responden yang menjawab tidak tahu alias swing voters lebih tinggi (selengkapnya lihat grafis).
‘’Peta ini kalau di-follow up kandidat lain, dan dibuat tim yang baik dengan berbagai macam pendekatan tentu bisa mengerek elektabilitas mereka,’’ jelasnya.
Kendati hasil survei menempatkan petahana dengan angka tinggi, Fauzin menegaskan bahwa angka tersebut bukan jaminan bisa bertahan hingga coblosan 27 November mendatang.
Mesin partai, kinerja politik, dan komandan tempur di lapangan menjadi kunci. Bahkan, menurutnya bukan hal mustahil elektabilitas petahana tergerus berpindah ke kandidat penantang.
‘’Kalau dalam beberapa bulan yang punya tren tinggi salah ambil langkah tentu bisa ganggu elektabilitas, juga sebaliknya,’’ ujarnya.
Sisa enam bulan bukanlah waktu yang panjang. Fauzin juga berpesan agar kandidat yang siap berhadapan dengan petahana wajib kerja ekstra.
Dinamika politik serta kepercayaan masyarakat merupakan indikator utama. Adapun survei melibatkan 410 responden pada 23-28 April lalu.
‘’Calon yang belum dapat partai harus kerja keras mendongkrak elektabilitas agar dilirik partai politik. Kalau tidak, ya, maju independen,’’ ungkapnya. (gen/kid)
6 KECAMATAN BEBAN SUGIRI
Babadan
26,7 persen Sugiri Sancoko
3,3 persen Ipong Muchlissoni
3,3 persen Markum
66,7 persen Tidak Tahu
Jetis
30,0 persen Sugiri Sancoko
70,0 persen Tidak Tahu
Sooko
20,0 persen Sugiri Sancoko
80,0 persen Tidak Tahu
Slahung
15,0 persen Sugiri Sancoko
85,0 persen Tidak Tahu
Badegan
20,0 persen Sugiri Sancoko
80,0 persen Tidak Tahu
Jambon
15,0 persen Sugiri Sancoko
85,0 persen Tidak Tahu
15 KECAMATAN SUGIRI MENDOMINASI
Ponorogo
43,3 persen Sugiri Sancoko
3,3 persen Ipong Muchlissoni
53,3 persen Tidak Tahu
Jenangan
66,7 persen Sugiri Sancoko
6,7 persen Ipong Muchlissoni
6,7 persen Ali Mufthi
10,0 persen Tidak Tahu
Mlarak
90,0 persen Sugiri Sancoko
10,0 persen supriyanto
Siman
80,0 persen Sugiri Sancoko
5,0 persen Ipong Muchlissoni
15,5 persen Tidak Tahu
Ngebel
100 persen Sugiri Sancoko
Pudak
100 persen Sugiri Sancoko
Pulung
40,0 persen Sugiri Sancoko
60,0 persen Tidak Tahu
Sawoo
53,3 persen Sugiri Sancoko
46,7 persen Tidak Tahu
Bungkal
80,0 persen Sugiri Sancoko
20,0 persen Tidak Tahu
Ngrayun
43,3 persen Sugiri Sancoko
53,3 persen Tidak Tahu
Sambit
50,0 persen Sugiri Sancoko
15,0 persen Ipong Muchlissoni
35,0 persen Tidak Tahu
Balong
50,0 persen Sugiri Sancoko
5,0 persen Ipong Muchlissoni
45,0 persen Tidak Tahu
Kauman
50,0 persen Sugiri Sancoko
5,0 persen agus pramono
45,0 persen Tidak Tahu
Sampung
90,0 persen Sugiri Sancoko
10,0 persen Tidak Tahu
Sukorejo
80,0 persen Sugiri Sancoko
15,0 persen Ipong Muchlissoni
5,0 persen Ibnu Multazam
(Sumber: Lembaga Survei Indopol)
Editor : Nur Wachid