Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral Cabut Gigi Bungsu Berujung Duka di Ngawi, Jawa Timur, Ini Kesaksian Ekslusif dari Davin atas Kematian Istrinya

Asep Syaeful • Jumat, 10 Mei 2024 | 03:20 WIB
PERIHAL MEDIS: Davin menunjukkan hasil rontgen gigi istrinya yang meninggal dunia pada 27 April 2024. (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)
PERIHAL MEDIS: Davin menunjukkan hasil rontgen gigi istrinya yang meninggal dunia pada 27 April 2024. (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)

NGAWI, Jawa Pos Radar Lawu - Perasaan duka menyelimuti Davin Ahmad Sofyan, 28, warga Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren, Ngawi, Jawa Timur.Perjuangannya menyembuhkan istri yang mengalami infeksi pasca cabut gigi selama empat bulan gagal.

Istri tercintanya itu, Nira Pranita Asih, 31, menghembuskan napas terakhir pada 27 April lalu saat menjalani perawatan intensif di RS dr Oen Solo.

Video tentang kisah perjuangan istrinya melawan infeksi akibat cabut gigi bungsu, viral di TikTok dengan lebih dari lima juta views

Ketika ditemui di tempat usahanya, Jalan Raya Ngawi - Solo, Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Selasa siang (7/5/2024), Davin menceritakan awal mula infeksi yang dialami sang istri.

"Semua berawal dari cabut gigi bungsu di salah satu klinik dokter gigi di Desa Walikukun, Widodaren," terang bapak satu anak itu.

Baca Juga: Bisa Kantongi Rp 2 Miliar Lebih Cuma dengan 78 Suara, Udin Berpeluang Jadi Anggota DPRD Ponorogo 2024 - 2029, Nasib Mujur Kehendak Yang Kuasa

Semula, istri Davin sering mengeluh pusing. Lalu Davin dan istrinya berkonsultasi ke klinik dokter gigi di Desa Walikukun pada 28 Desember 2023.

Dokter mendiagnosa bahwa keluhan pusing itu akibat gigi bungsu kiri bawah. Dokter kemudian menyarankan rontgen gigi.

Suami istri tersebut langsung rontgen panoramic di RSU Sarila Husada di Sragen.

Kemudian, hasilnya langsung dibawa kembali ke klinik tersebut.

“Dari foto rontgen gigi bungsu miring kiri dan terletak paling belakang. Sehingga keputusan dokter cabut gigi bungsu di hari itu juga, kami ikuti rekomendasinya untuk cabut gigi di klinik tersebut," ujarnya.

Alhasil, gigi bungsu dicabut. Keesokan harinya pasca cabut gigi, muncul pembekakan.

Davin kemudian konsultasi ke dokter gigi klinik tersebut.

Namun mereka libur sampai 3 Januari 2024. Dirinya lalu menghubungi via WA.

Dokter gigi tersebut menganggap pembekakan pasca pencabutan wajar, hanya perlu dikompres.

Karena pembekakan tidak kunjung mereda, istri Davin dibawa ke Rumah Sakit Sarila Husada, Sragen.

"Setelah itu, konsultasi ke Rumah Sakit Panti Waluyo, Solo. Kami periksa selain bengkak, indikasi terjadi radang tenggorokan. Setelah itu rawat jalan, kami tinggal sementara di Solo,” paparnya.

Selama rawat jalan, Davin melihat tidak ada perkembangan yang dirasakan oleh istrinya.

Hingga pada akhirnya, pada 1 Januari 2024 mereka berobat ke Rumah Sakit JIH Solo.

Baca Juga: Viral Si Udin Hanya Dapat 78 Suara Jadi Dewan, Caleg PPP Dapil IV Pileg 2024 Ponorogo, Jawa Timur, Kok Bisa?

“Hasilnya sama, ada indikasi radang tenggorokan. Diberi vitamin untuk meringankan dan rawat jalan,” kata Davin.

Menurutnya, obat dari Rumah Sakit JIH menunjukkan perkembangan positif. Kondisi Nira membaik dan diperbolehkan pulang ke Ngawi.

“Bengkak pipi sudah membaik, tapi kemudian muncul bengkakan di bagian leher," terangnya.

Akibat bengkak di leher, istri Davin tidak bisa ngomong.

Baca Juga: Banyak Dijumpai di Area Kuburan, Ternyata Bunga Kamboja Punya 5 Manfaat Ini

Pada 3 Januari 2024, mereka periksa ke dokter langganan keluarga di Jogorogo, Ngawi.

Nira akhirnya opname dan irawat secara khusus. Sebab antibiotik yang diberikan sudah tidak mempan.

"Saat rawat inap satu hari, bengkak sempat hilang, tapi kemudian muncul sesak napas. Akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit dr. Oen, Solo pagi harinya, karena didiagnosa infeksi sudah menjalar ke pernapasan,” bebernya.

Benar saja, saat dirawat di RS dr.Oen, infeksi berupa nanah sudah menjalar ke kedua paru-paru.

Nira terpaksa memakai alat bantu pernapasan pada 4 Januari 2024.

Infeksi sudah parah, akhirnya diputuskan untuk operasi leher menghilangkan nanah yang timbul dari infeksi saluran pernapasan paru paru.

"Operasi WSD mengeluarkan cairan akhirnya dilakukan," terangnya.

Davin menyebutkan perlu waktu satu pekan untuk menunggu hasil operasi.

Setelah operasi dan selang dilepas, masih sesak nafas bahkan rongga paru terus menghasilkan nanah.

Baca Juga: Eceng Gondok, Tanaman Liar yang Punya Segudang Khasiat yang Jarang Diketahui

Hingga akhirnya, Nira divonis harus operasi thorax pada awal Februari 2024.

Pembedahan selaput paru paru bagian kanan.

Padahal kedua paru-parunya terinfeksi.

Namun karena hanya bisa operasi thorax satu kali, akhirnya pilihan operasi thorax bagian kanan ditempuh untuk menyelamatkan salah satu paru-paru istrinya.

Baca Juga: Dinsos Jatim Menggelar Pencanangan Pembangunan Zona Integritas, Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), Pegawai Tandatangani Pakta Integritas

Setelah operasi, dirawat di ICU selama dua minggu.

"Saat ventilator dilepas, istri tidak bisa bernapas, kemudian dilakukan operasi bagian leher dilubangi atau Trakeostomi, nafas lewat jalur leher. Setelah operasi, dipindahkan dari ICU,” paparnya.

Beberapa hari kemudian dokter membolehkan istrinya pulang ke rumah.

Dengan catatan punya alat pernafasan bantuan, kasur medis, dan oksigen.

Dia akhirnya memutuskan pulang ke Ngawi karena menjelang Lebaran.

Namun istrinya masih harus bernapas lewat lubang tenggorokan, makan melalui selang.

Saat di rumah, istrinya sempat membaik hingga bisa berlatih berjalan.

Namun itu tidak bertahan lama.

Pada 27 April, kondisi istri Davin mengalami penurunan drastis dan kembali dibawa ke Rumah Sakit dr. Oen Solo.

Baca Juga: Polisi Endus Unsur Pidana Jebakan Tikus Beraliran Listrik Penyebab Seorang Buruh Tani di Ngawi Tewas

Nestapa datang, istri Davin akhirnya menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit tersebut.

“Berat badan menurun jadi 27 kilogram. Kondisinya drop, kemudian meninggal saat dilakukan pertolongan pada 27 April,” katanya.

Davin sejatinya sempat meminta pertanggungjawaban dokter gigi klinik di Walikukun.

Namun tidak mendapatkan respon yang positif.

Karena dirinya fokus untuk menyembuhkan istrinya, gugatan untuk dokter tersebut tidak diajukan.

Baca Juga: 5 Khasiat Tersembunyi Leunca, Cegah Infeksi Saluran Kemih Salah Satunya

Namun setelah istrinya meninggal dunia, dia merasa perlu menuntut keadilan.

Davin yang merasa dirugikan, membawa persoalannya ke meja hijau.

Selain kehilangan orang tercinta, dia juga rugi waktu dan uang.

Karena biaya empat bulan selama pengobatan menghabiskan biaya sebesar Rp 500 juta.

Baca Juga: 6 Khasiat Kangkung, Sayuran Hijau yang Baik untuk Cegah Diabetes hingga Anemia

Kini, duka mendalam dirasakan Davin. Yang mana, duka tersebut bermula keluhan sakit istrinya yang ditindaklanjuti dengan cabut gigi bungsu.

"Saat ini konsultasi dengan lawyer, akan membawa kasus ini ke meja hijau," pungkasnya. (sae/den)

Editor : Deni Kurniawan
#Cabut #gigi bungsu #jawa timur #ngawi #viral