PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Mitos dua periode berlaku jamak seperti hukum alam yang belum terpecahkan hingga kini di Ponorogo, Jawa Timur.
Selama ini, tak ada wajah lama yang terpilih kembali dalam Pilkada di Ponorogo.
Jika benar adanya Sugiri Sancoko duel kembali dengan Ipong Muchlissoni, keduanya dihadapkan pada keyakinan yang telah mengakar di Bumi Reog tersebut.
Sugiri meyakini bahwa mitos dua periode hanyalah sebatas dongeng belaka. Menurutnya, kecakapan dalam memimpin merupakan penentu.
Merakyat, inovatif, membangun, ngopeni (merawat) hingga menjadi teladan. Dia mengklaim hal tersebut yang dijalankan bersama wakilnya, Lisdyarita, selama tiga tahun belakangan ini.
‘’Kami yakin kalau mampu puaskan masyarakat, tidak ada lagi mitos itu (dua periode, Red) dan itu hanya dongeng saja,’’ kata Sugiri.
Dia menilai mitos dua periode terwujud lantaran calon di poros petahana pesimis. Sehingga mitos dua periode tersebut merasuki bawah sadar calon.
Dia mencoba unjuk bukti tak berlaku mitos dua periode bagi Bupati Markum Singodimedjo. Padahal saat itu memang belum digelar Pilkada, periode pertama (1994-1999) dan kedua (1999-2004. Sementara Pilkada perdana baru digelar 2004 lalu.
Sejak Pilkada digelar, nyatanya nihil bupati yang diamanahi masyarakat menjabat dua periode. Disinggung revan dengan Ipong, Sugiri lantang siap menghadapi siapapun lawannya.
‘’Kami siap pertahankan, siap lawan siapa saja. Silahkan rakyat yang menilai, rapor siapa yang lebih baik, tidak hanya perilaku tapi juga karya,’’ tegasnya.
Mitos dua periode tak hanya dihadapi Kang Giri, Ipong yang maju kembali juga dihadapkan mitos tersebut.
Kendati tidak dalam periode berturut-turut, mitos itu seperti terwujud pada Pilkada 2020 lalu.
Saat itu, Ipong yang sebagai petahana dipaksa mengakui kemenangan Kang Giri yang kini berposisi di poros petahana.
Tak berkutat pada mitos, bagi Ipong nyali macung kembali telah sampai di ubun-ubun. Jika tak ada calon yang mendaftar melalui partainya, Ipong memastikan bakal maju sendiri.
Menurutnya, niat tersebut tak hanya hasrat semata, melainkan panggilan sekaligus dorongan dari akar rumput.
‘’Sudah 90 persen dari 100 persen nurani saya tergoyah untuk maju (pilkada, Red). Banyak yang datang ke tempat saya meminta maju, tunggu saja waktunya,’’ ujar Ipong. (gen/kid)
BUPATI DARI MASA KE MASA
PASCA ERA KEMERDEKAAN
Periode 1945-1949 R. Tjokrodiprodjo
Periode 1949-1951 R. Prajitno
Periode 1951-1955 Mayjen TNI R. Moehamad Mangoendipradja
Periode 1955-1958 R. Mahmoed
Periode 1958-1960 R. M. Harjogi
Periode 1960-1967 R. Dasoeki Prawirowasito
Periode 1967-1968 R. Soejoso
Periode 1968-1974 R. Soedono Soekirdjo
Periode 1974-1984 H. Soemadi
Periode 1984-1989 Drs. Soebarkah Poetro Hadiwirjo
Periode 1989-1994 Drs. R. Gatot Soemani
Periode 1994-2004 Dr. H. M. Markum Singodimedjo
Periode 2004-2005 H. Muryanto, S.H., M.M.
Periode 2005-2010 H. Muhadi Suyono, S.H., M.Si.
Periode 2010-2015 H. Amin, S.H.
Periode 2016-2021 Drs. H. Ipong Muchlissoni
Periode 2021-sekarang H. Sugiri Sancoko, S.E., M.M.
Editor : Nur Wachid