NGAWI, Jawa Pos Radar Lawu – Tiada yang tahu kapan ajal datang menjemput. Seperti yang terjadi pada Ramelan.
Warga Desa Kersikan, Geneng, Ngawi, Jawa Timur, itu ditemukan tak bernyawa di sawah miliknya.
Keluarga menangis histeris lantarena Ramelan tewas saat menjelang acara selamatan salah seorang kerabat.
Kronologinya, menjelang acara selamatan di rumah kerabat Ramelan tidak kunjung pulang dari sawah.
Anggota keluarga yang mencari, menemukannya sudah tidak bernyawa di area persawahan miliknya.
‘’Tidak kunjung pulang padahal kerabatnya ada selamatan,’’ kata Wahyu Nurcahyono, warga setempat.
Peristiwa kematian Ramelan terjadi Sabtu (28/4) malam.
Jasadnya ditemukan oleh Sukini, 58, istrinya, dan cucunya.
Di lokasi kejadian, keduanya menangis histeris meminta pertolongan warga.
‘’Minta dibawa pulang dengan sepeda motor roda tiga,’’ ujar Wawan.
Kapolsek Geneng AKP Dandung Setiawan membenarkan kematian Ramelan.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban ditemukan dalam posisi terlentang.
Pihaknya menduga Ramelan meninggal karena penyakit yang dideritanya.
Baca Juga: Dor! Purwanto Diadiahi Timah Panas , DPO Curanmor Ini Ditahan di Polres Ngawi
Polisi tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan yang mengarah pada tindak pidana.
‘’Kami tidak menemukan jebakan tikus beraliran listrik di TKP,’’ ucapnya.
Kendati amat terpukul, pihak keluarga menerima kematian Ramelan sebagai musibah.
Mereka yang menangis histeris, menolak tindakan lebih lanjut dari kepolisian terkait peristiwa tersebut.
''Pihak keluarga tidak mengizinkan otopsi,'' pungkasnya. (sae/cor)
Editor : Deni Kurniawan