KABUPATEN MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Madiun sejak Minggu (21/4) sore membuat sejumlah ruas jalan di Desa Bacem, Kecamatan Kebonsari, terendam.
Banjir yang terjadi di jalan desa setempat diduga karena tingginya intensitas hujan.
‘’Tadi sudah kami cek, banjir terjadi karena luapan Sungai Bacem. Mungkin karena intensitas hujan tinggi dan sungai di desa setempat tidak mampu menampung semua dan meluber,’’ ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Boby Saktia Putra Lubis.
Seperti diketahui hujan deras mengguyur Bumi Kampung Pesilat sejak pukul 15.00.
Hujan tidak surut dan semakin deras.
Bahkan di sejumlah wilayah juga disertai angin kencang.
Boby menjelaskan, banjir di Desa Bacem terakhir kali terjadi pada 2018 lalu.
Namun terulang 2024 ini setelah hujan sejak sore hingga malam hari.
‘’Ketinggian air di Bacem sekitar 50 sentimeter. Kalau posisinya seperti ini terus, kemungkinan tinggi air bisa bertambah. Saat ini air sudah masuk ke sejumlah rumah dan ini terus didata,’’ katanya.
Boby memastikan, saat ini petugas BPBD sudah bersiaga di lokasi.
Begitu juga pemerintah kecamatan maupun TNI/Polri.
Mereka berkumpul di kantor desa setempat.
Kondisi banjir di Desa Bacem, Kebonsari, akibat hujan mulai sore hingga malam itu terus dipantau.
Jika sewaktu-waktu ketinggian air terus meningkat dan membahayakan warga, agar bisa cepat dilakukan evakuasi.
‘’Kami minta warga tetap waspada,’’ pungkasnya. (aan/den)
Editor : Deni Kurniawan