Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Apa? Fery PDIP dan Kaji Mbing Demokrat akan Berkoalisi di Pilkada 2024 Kabupaten Madiun? Itu setelah Golkar Bergandengan dengan PKB

Loditya Fernandes • Jumat, 19 April 2024 | 23:46 WIB

 

DINAMIKA POLITIK: Fery Sudarsono PDIP dan Kaji Mbing Demokrat saat sidang paripurna 2022 lalu sebagai bupati dan ketua DPRD Kabupaten Madiun. (RADAR MADIUN)
DINAMIKA POLITIK: Fery Sudarsono PDIP dan Kaji Mbing Demokrat saat sidang paripurna 2022 lalu sebagai bupati dan ketua DPRD Kabupaten Madiun. (RADAR MADIUN)

KABUPATEN MADIUN, Jawa Pos Radar Lawu – Kedekatan Golkar dengan PKB dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 Kabupaten Madiun tak lagi bisa dibantah.

Partai besar lain di kabupaten ini juga mulai melakukan manuver politik. Seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). 

Saat ini, Golkar dan  PKB resmi bergandengan menuju Pilkada 2024 yang terjadwal November mendatang. DPC PDIP tidak ingin kalah langkah. Sejak Senin (15/4) lalu partai berlambang banteng itu membuka pendaftaran bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati.

‘’Kami akan buka pendaftaran hingga 15 Mei mendatang,’’ kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Madiun Fery Sudarsono.

Menurut Fery, pendaftaran dibuka secara terbuka. Mereka yang dari eksternal partai pun disilakan untuk mendaftar. 

Bukan tidak mungkin, pendaftar tersebut juga bakal diajukan jadi bakal calon PDIP dalam pulkada mendatang.

‘’Partai kami terbuka, kalau kader mau ya ikut pendaftaran pencalonan,’’ imbuhnya.

Diketahui, Ahmad Dawami alias Kaji Mbing dan Hari Wuryanto (Hari Wur) resmi berpisah.

Pasangan bupati dan wabup Kabupaten Madiun periode 2018-2023 itu tak akan maju bersama lagi dalam coblosan mendatang.

Itu setelah Hari Wur dipercaya Golkar untuk macung AE 1 alias bupati di pilkada nanti. 

Yang mana, Golkar dan PKB saat ini sudah bergandengan tangan menuju Pilkada 2024 Kabupaten Madiun.

Baca Juga: Tanggapan Pengamat Politik soal Kemungkinan Pecah Kongsi Pasangan MaDa Jelang Pilkada 2024

Lantas bagaimana sikap PDIP? 

Ditanya soal kemungkinan koalisi dengan Golkar dan PKB, Fery menuturkan bahwa hal itu tergantung kedua partai terkait.

Jika keduanya sudah punya calon bupati dan wakilnya, PDIP terpaksa harus di luar koalisi tersebut.

Sejak awal, PDIP berhasrat memberangkatkan calon sendiri.

‘’Kalau memang Golkar dan PKB sudah memutuskan koalisinya dan ada calon, ya tidak mungkin kami gabung. Kalau kami dikasih tempat di situ masih mungkin bisa gabung,’’ ungkapnya.

Fery memastikan partainya selalu aktif dalam pelaksanaan pemilu.

Selain penjaringan, komunikasi dengan partai lain intens dilakukan dan tidak asal-asalan.

Untuk menunjukkan kedekatan dan keseriusan partai, Fery selalu turut turun tangan.

‘’Saya sendiri selaku ketua cabang sudah komunikasi dengan partai-partai di Kabupaten Madiun,’’ bebernya.

Belakangan, PDIP dikabarkan dekat dengan Demokrat.

Hal itu tersirat dalam pernyataan Wakil Ketua DPC Demokrat Kabupaten Madiun Kuwat Edi Santoso beberapa waktu sebelumnya.

Fery pun tidak keberatan menempatkan calonnya bersandingan dengan Kaji Mbing, jago Demokrat untuk bakal calon bupati.

Meski begitu, segala kemungkinan disebutnya masih bisa terjadi.

Pilkada 2024 Kabupaten Madiun masih tujuh bulan lagi.

Apakah Fery PDIP dan Kaji Mbing Demokrat bakal berkoalisi? Atau PDIP akan nimbrung dengan Golkar dan PKB?

Hal itu patut untuk ditunggu dalam kontestasi coblosan bupati dan wabup Kabupaten Madiun.

‘’Gabung inkamben (Demokrat, Red) bisa, dengan Nasdem juga bisa, tidak pun juga bisa. Politik kan selalu dinamis,’’ pungkas Fery. (odi/aan)

Editor : Deni Kurniawan
#hari wur #demokrat #kaji mbing #pkb #kabupaten madiun #golkar #fery sudarsono #pdip #pilkada 2024