NGAWI, Jawa Pos Radar Lawu - Hati-hati saat mudik. Jangan sampai niat pulang kampung merayakan Lebaran malah berujung petaka.
Seperti yang dialami pasangan kakak adik yang mudik dari Surabaya ke Sukoharjo, Jawa Tengah, ini. Keduanya meninggal akibat laka lantas di Ngawi pada Minggu (7/4).
Nahas benar nasib kakak dan adik itu. Keinginan untuk berkumpul keluarga berubah menjadi nestapa di jalan raya.
Kakak dan adik itu adalah Freda Siti Mahela, 28, dan Sri Agung Setiawan, 21.
Keduanya memilih mudik dengan mengendarai motor.
Mereka pulang kampung dari Surabaya ke Desa Karangasem, Bulu, Sukoharjo.
Dalam perjalanan mudik, keduanya sepakat bahwa si adik laki-laki berada di depan alias mengendarai motor.
Sementara si kakak perempuan, dibonceng di belakang.
Petaka datang saat perjalanan sudah mendekati tujuan yang tinggal beberapa kilometer.
Saat sampai di Jalan Ngawi-Solo masuk Desa Ngale, Paron, Ngawi, keduanya tertabrak bus Sumber Selamat.
Yakni, bus Sumber Slamet nopol W 7122 UP yang disopiri Fajar Gumilang, 33, warga Desa Nglebak, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
''Agung (adik) meninggal di lokasi kejadian, sedangkan Freda (kakak) meninggal dalam perawatan di RS. Widodo,'' kata Kanitgakkum Satlantas Polres Ngawi Ipda Yudhi Yulianto.
Malaikat maut bisa menjemput kapan saja, kepada siapa saja, dan di mana saja.
Tak terkecuali saat perjananan mudik Lebaran.
Kakak dan adik asal Sukoharjo itu pergi untuk selamanya.
Laka lantas di Ngawi menjadi petaka bagi keduanya yang ingin pulang kampung dan berkumpul keluarga saat Lebaran.
Pihak kepolisian mencatat kronologi laka maut tersebut.
Berawal, bus Sumber Selamat melaju kencang dari arah barat.
Kakak dan adik itu dari arah berlawanan.
Pecah kecelakaan terjadi saat bus bermanuver mendahului mobil di depannya.
Saat ambil haluan kanan, bus menyeruduk kedua korban.
''Bus ngeblong, karena jarak yang terlalu dekat akhirnya terjadi tabrakan,'' ungkap Yudhi. (sae/den)
Editor : Deni Kurniawan