NGAWI, Jawa Pos Radar Lawu - Sebujur jasad terapung di dam sungai Desa Widodaren, Gerih, Ngawi.
Penemuan mayat sekitar pukul 05.30 Jumat (29/3) itu membuat geger warga. Salah seorang teman korban yang didapati warga tertidur di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), malah kabur.
Sebelum ditemukan terapung, korban dan seorang temannya itu mabuk-mabukan. Korban malah memberi pesan kepada warga lain yang sempat mengajak pulang, menyudahi menenggak minuman keras alias miras.
''Korban bernama Febrianto, warga desa setempat,'' kata Kapolsubsektor Gerih Iptu Agus Hari Santoso.
Agus menyampaikan, jasad pemuda 25 tahun itu pertama kali ditemukan sejumlah warga yang hendak pergi ke ladang.
Kebetulan, warga mengenali jasad tersebut.
Kabar langsung disampaikan ke pihak keluarga.
''Warga juga menemukan teman korban yang tertidur di tanggul dam di sekitar TKP,'' ungkap Agus.
Data yang dihimpun kepolisian, teman korban itu bernama Agus alias Agus Tahu.
Keterangan sejumlah saksi, malamnya korban dan temannya itu pesta minuman keras (miras) alias mabuk.
''Teman korban kabur setelah dibangunkan, saat ini masih dilakukan pencarian,'' ujar Agus.
Yani, 46, pemilik warung dekat TKP, mengatakan bahwa sebelumnya korban dan temannya sempat mampir ke warungnya.
Sekitar pukul 21.30, Yani masih mendengar mereka berdua tertawa-tawa di dam.
''Anak saya sempat menyusul untuk mengajak keduanya pulang, tapi mereka tidak mau,'' ungkapnya.
Yani tak dapat berbuat banyak mengetahui korban dan temannya pesta miras.
Alhasil, korban ditemukan terapung keesokan harinya di dam sungai masuk Desa Widodaren, Ngawi, tak jauh dari lokasi mabuk-mabukan.
''Saat diajak pulang oleh anak saya, dia (Febrianto) malah pesan kalau mau buat ontran-ontran tapi tidak boleh bilang ke orang tuanya (Febrianto),'' ungkap Yani. (sae/den)
Editor : Deni Kurniawan