Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Mengungkap Pelaku Pembunuhan Saminten Ngawi, Polisi Lakukan Tes DNA pada Luka Cakar di Tangan Parsi

Asep Syaeful • Jumat, 22 Maret 2024 | 00:31 WIB

 

Ilustrasi cakaran (FREEPIK)
Ilustrasi cakaran (FREEPIK)

KOTA, Jawa Pos Radar Ngawi - Kematian Saminten, 64, resmi menjadi kasus dugaan pembunuhan. Bukan gantung diri seperti laporan awal.

Teropong kepolisian membidik Parsi, 67, yang tak lain suami Saminten, sebagai pelaku pembunuhan alias tersangka. Namun, Parsi terus geleng kepala pada penyidik saat ditanya apakah kematian Saminten merupakan perbuatannya.

Kepolisian tak kurang akal. Langkah medis berupa tes DNA bakal ditempuh untuk mengungkap kasus. Upaya ini berkaitan dengan luka semacam bekas cakaran di tangan Parsi.

Pengungkapan kasus dugaan pembunuhan Saminten terus dilakukan.

Terbaru, langkah medis tes DNA diambil pihak kepolisian untuk membongkar misteri kematian perempuan warga Desa/Kecamatan  Bringin itu.

''Hingga kini, kasus masih dalam proses penetapan tersangka,'' kata Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Jhosua Peter Krisnawan, Rabu (20/3).

Krisnawan mengamini bahwa dugaan pelaku atau tersangka mengarah ke suami korban.

Itu berdasarkan hasil penyelidikan yang telah dilakukan pihak kepolisian.

Mulai olah tempat kejadian perkara (TKP), keterangan sejumlah saksi, dan sejumlah barang bukti yang diamankan.

Kendati demikian, Parsi tetap dengan laporan awalnya. Bahwa, Saminten tewas gantung diri.

Parsi telah diamankan polisi pasca kejadian, Selasa (19/3) lalu. Satreskrim Polres Ngawi belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan terhadap ibu rumah tangga itu.

Yang jelas, polisi menekankan bahwa Saminten tidak gantung diri sesuai laporan awal.

''Hasil otopsi, korban meninggal akibat pukulan benda tumpul bagian kepala dan dicekik lehernya,'' ungkap Jhosua.

Jhosua menyampaikan, pihaknya juga memeriksa bekas luka pada tangan Parsi.

Yakni, bekas luka seperti cakaran kuku.

Yang mana, luka itu sudah diperiksa dokter forensik di RSUD dr. Soeroto Ngawi.

''Diduga, luka itu adalah cakaran dari korban (Saminten, Red) saat memberontak,'' ungkap kasatreskrim.

''Kami masih menunggu hasil tes DNA luka pada terduga pelaku itu,'' imbuhnya. (sae/den)

Editor : Deni Kurniawan
#tes dna #luka #pelaku #pembunuhan #ngawi #Saminten