Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Barang Bukti Baru Kasus Dugaan Pembunuhan Dikantongi Polres Ngawi, Penyebab Telinga Saminten Mengeluarkan Darah

Asep Syaeful • Kamis, 21 Maret 2024 | 23:50 WIB

 

DIGARIS POLISI: Kediaman Suminten, 64, warga Desa/Kecamatan Bringin, Ngawi, yang ditemukan meninggal tidak wajar pada Senin (18/3). (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)
DIGARIS POLISI: Kediaman Suminten, 64, warga Desa/Kecamatan Bringin, Ngawi, yang ditemukan meninggal tidak wajar pada Senin (18/3). (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)

NGAWI, Jawa Pos Radar Lawu - Kabut misteri kematian Saminten, sebelumnya tertulis Suminten, mulai tersibak.

Barang bukti baru dikantongi Polres Ngawi. Ini diharapkan mampu mengungkap fakta di balik tewasnya perempuan 64 tahun warga Desa/Kecamatan Bringin, Ngawi, itu.

Apakah Saminten benar-benar gantung diri sesuai yang dilaporkan sang suami, Parsi, 67. Atau, kematiannya merupakan buah aksi pembunuhan.

Insting kepolisian, Saminten merupakan korban pembunuhan.

Itu merujuk hasil penyelidikan yang telah dilakukan. Pun, beberapa kejanggalan yang ditemukan.

Mulai olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, sampai pemeriksaan medis baik visum maupun otopsi.

Salah satu kejanggalan adalah kondisi telinga Saminten yang mengeluarkan darah.

Hal itu minim kaitan dengan laporan bahwa ibu rumah tangga itu tewas karena gantung diri.

Jamaknya, telinga mengeluarkan darah disebabkan pukulan benda tumpul.

Korelasi antara telinga berdarah dengan pukulan benda tumpul itu coba dibuktikan aparat kepolisian dalam kasus dugaan pembunuhan Saminten.

''Sejumlah barang bukti sudah kami amankan, termasuk yang itu (benda tumpul, Red),'' kata Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Jhosua Peter Krisnawan, Rabu (20/3).

Serangkaian penyelidikan dilakukan polisi guna mengungkap misteri kematian Saminten.

Termasuk, pencarian benda yang ditengari menjadi penyebab telinga Saminten mengeluarkan darah. Ya, benda-benda yang dipakai pelaku untuk memukul korban.

''Ada barang bukti baru yang kami dapatkan, yakni sebatang kayu dan palu yang diduga digunakan pelaku untuk memukul korban,'' ujar kasatreskrim.

Penyebab kematian Saminten masih menjadi tanda tanya besar.

Karena gantung diri atau menjadi korban pembunuhan, kepastian masih dalam upaya pengungkapan aparat kepolisian.

Saminten diketahui tewas pada Selasa (19/3) lalu di rumahnya.

Saat warga sekitar berdatangan ke TKP, Saminten sudah terbaring di ranjang dengan leher terlilit jarit.

Sang suami alias Parsi, menyebut bahwa Saminten gantung diri.

Pernyataan itu juga disampaikan oleh Parsi ke pihak kepolisian sebagai laporan.

Polisi tak langsung percaya lantaran mendapati berbagai kejanggalan.

Hingga kini, penyelidikan lebih terus berjalan. (sae/den)

 

Editor : Deni Kurniawan
#barang bukti #polres ngawi #ngawi #kasus pembunuhan