Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Dugaan Pembunuhan, Polres Ngawi Cari Barang Bukti Penyebab Darah Keluar dari Telinga Jasad Suminten, Status Suami Masih Saksi

Asep Syaeful • Rabu, 20 Maret 2024 | 23:46 WIB
DIGARIS POLISI: Kediaman Suminten, 64, warga Desa/Kecamatan Bringin, Ngawi, yang ditemukan meninggal tidak wajar pada Senin (18/3). (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)
DIGARIS POLISI: Kediaman Suminten, 64, warga Desa/Kecamatan Bringin, Ngawi, yang ditemukan meninggal tidak wajar pada Senin (18/3). (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)

NGAWI, Jawa Pos Radar Lawu - Tak jarang, pelaku kejahatan adalah orang terdekat. Hal ini bisa saja terjadi dalam kasus kematian Suminten, 64, warga Desa/Kecamatan Bringin, Ngawi.

Ibu rumah tangga itu tewas dengan leher terlilit jarit. Pun, darah keluar dari telinga jasad Suminten.

Merujuk sejumlah hasil penyeledikan Polres Ngawi, Suminten merupakan korban pembunuhhan. Polisi tengah mencari barang bukti untuk mengungkap pelakunya. 

Laporan masuk ke polisi bahwa Suminten gantung diri. Namun, hal itu tak langsung dipercaya petugas karena sejumlah kejanggalan. 

Penyelidikan lebih lanjut dilakukan Polres Ngawi guna mengungkap misteri kematian Suminten.

Parsi, 67, suami korban, diamankan polisi untuk pemeriksaan mendalam.

Parsi diamankan polisi pada hari bersamaan kematian Suminten, yakni Senin, 18 Maret 2024.

Pria ini memberi keterangan pada bahwa istrinya meninggal karena gantung diri.

Namun, beberapa kejanggalan didapati petugas saat olah tempat kejadian perkara (TKP).

Seperti, simpul jarit yang berada di leher bagian depan.

Insting kepolisian, simpul tali yang digunakan dalam kasus gantung diri berada di tengkuk alias leher bagian belakang.

Kejanggalan juga mencuat dari hasil pemeriksaan medis. Petugas mendapati telinga Suminten mengeluarkan darah. Baik yang kiri maupun kanan.

Kondisi seperti itu, jamaknya terjadi akibat pukulan benda tumpul.

''Soal dugaan itu, kami masih mencari (benda tumpul, Red) yang digunakan untuk memukul korban,'' kata Kasatreskrim Polres Ngawi Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Joshua Peter Krisnawan, Selasa (19/3).

Disinggung soal kemungkinan bahwa pelaku pembunuhan Suminten adalah suaminya sendiri, kasatreskrim belum berkomentar banyak.

Kendati demikian, Joshua menuturkan bahwa status Parsi saat ini masih sebagai saksi.

''Potensi naik menjadi tersangka butuh alat bukti yang cukup,'' ungkap perwira dengan tiga balok di pundak itu. (sae/den)

 

Editor : Deni Kurniawan
#polres ngawi #pembunuhan #ibu rumah tangga