KOTA, Jawa Pos Radar Ngawi – Tak ada asap tanpa api. Kenaikan harga berbagai bahan pokok tentu ada penyebabnya.
Tak terkecuali meroketnya harga sejumlah bahan pokok yang terjadi belakangan ini di beberapa daerah. Termasuk saat Ramadan di Ngawi.
Musabab mahalnya harga sejumlah bahan pokok saat Ramadan bukan hanya karena tingginya permintaan.
Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi menilai kondisi itu juga dipengaruhi fenomena alam.
‘’Cuaca ekstrem beberapa hari terakhir,’’ kata Kepala DPPTK Ngawi Kusumawati Nilam kemarin.
Menurut Nilam, cuaca buruk berdampak pada dua hal.
Yakni, potensi gagal panen sejumlah komoditas tanaman.
Seperti tomat, bawang merah, bawang putih, cabai, dan padi.
Dampak kedua adalah distribusi barang terhambat banjir.
Bencana alam itu terjadi di sejumlah daerah karena tingginya curah hujan.
‘’Berisiko terhadap komoditas yang tidak tahan lama. Jadi akhirnya busuk di jalan,’’ ujarnya.
Nilam mengatakan, mahalnya harga bahan pokok (bapok) merupakan siklus tahunan saat Ramadan.
Sebab kebutuhan masyarakat meningkat saat bulan puasa.
Hal tersebut berbanding lurus dengan peningkatan harga jual.
‘’Hukum ekonomi berlaku saat Ramadan,’’ katanya.
Pemkab, lanjut dia, berupaya menekan harga melalui operasi pasar dan pasar murah.
Bukan hanya DPPTK, namun juga dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) serta dinas perikanan dan peternakan.
Kegiatan menjual bahan pokok murah menggandeng distributor dan petani.
‘’Waktu pelaksanaan operasi pasar dan psar murah antar OPD dibagi agar bisa merata,’’ ujarnya. (sae/cor)
Editor : Deni Kurniawan