PACITAN, Jawa Pos Radar Lawu - Nelayan yang hendak melaut mesti waspada. BPBD Pacitan memperingatkan adanya gelombang tinggi 3-7 meter di pesisir selatan Jawa.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan Radite Suryo Anggono memprediksi, potensi gelombang tinggi bakal terjadi pertengahan Maret.
Baca Juga: Uji Coba One Way di Ponorogo Lanjut Tahap Dua, Arus Lalin Kembali Diubah, Simak Rutenya Berikut Ini
Menurutnya, sesuai rilis BMKG Juanda, kehadiran bibit badai siklon tropis 91S, 93P, dan 94S di selatan Jawa berdampak cuaca hujan lebat.
Bibit badai siklon tropis turut menyebabkan gelombang tinggi di beberapa wilayah termasuk Pacitan.
Baca Juga: Apa Itu Dengue Shock Syndrome (DSS)? Hilangkan Nyawa Bocah 10 Tahun di Ponorogo, Beda dengan DBD?
''Sebabnya bagian dari pengaruh dari bibit siklon di selatan jawa juga berpengaruh kecepatan anggin,” katanya.
Lalu, bibit badai siklon tropis 93P masih terpantau di Teluk Carpentaria, bagian timur laut Australia.
Serta Tenggara Papua dengan kecepatan angin maksimum 15-20 knots dan tekanan udara minimum 1004 hPa bergerak ke arah timur-tenggara.
Sementara bibit badai siklon tropis 94S terpantau di Laut Timor bagian selatan, tenggara NTT dengan kecepatan angin maksimum 15-20 knots dan tekanan udara minimum 1000 hPa bergerak ke arah timur.
Baca Juga: Jembatan Ambrol Dampak Banjir Madiun, Warga: Ini Penting untuk Kami Para Petani
''Prediksi BMKG untuk bibit badai siklon tropis 93P adalah tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan pada kategori rendah,'' jelasnya.
Baca Juga: Banjir Rendam Kota Semarang, Sejumlah Jadwal Keberangkatan Kereta Api Alami Keterlambatan
Dia mengimbau masyarakat memperhatikan risiko tinggi keselamatan pelayaran. Nelayan diimbau tidak berlayar saat tinggi gelombang di atas 4 meter.
Lembaga pengampu kebencanaan itu mengimbau warga berhati-hati.” Mohon selalu melihat situasi, melihat kondisi gelombang dan angin sebelum berlayar,” imbaunya. (hyo/kid)
Editor : Nur Wachid