Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Apa Itu Dengue Shock Syndrome (DSS)? Hilangkan Nyawa Bocah 10 Tahun di Ponorogo, Beda dengan DBD?

Sugeng Dwi N. • Jumat, 15 Maret 2024 | 02:01 WIB
NYAMUK: Gigitan nyamuk aedes aegpty membuat seorang anak 10 tahun meninggal dunia di Ponorogo
NYAMUK: Gigitan nyamuk aedes aegpty membuat seorang anak 10 tahun meninggal dunia di Ponorogo

PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Meninggalnya bocah 10 tahun asal Kecamatan Siman, Ponorogo akibat gigitan nyamuk Aedes Aegepty menandakan berbahayanya kasus demam berdarah dengue (DBD) ini.

Pasien anak di RSUD dr. Harjono Ponorogo itu mengalami gejala dengue shock syndrome (DSS) sejak masuk UGH. Gejala berat, seperti tubuh dingin, muntah darah segar, kejang, hingga sesak nafas.

Lalu apa itu sebenarnya DSS, serta bedanya dengan kasus DBD?

Merujuk beberapa pakar dan literatur kesehatan, DSS merupakan level keparahan tertinggi dalam kasus DBD. Bahkan, tingkat kematian tinggi.

DSS juga biasa dikenal dengan sebutan dengue hemorrhagic fever (DHF). Dalam pengertian medis, disebut juga komplikasi infeksi DBD. Gejalanya, tubuh dingin, muntah darah segar, kejang, hingga sesak nafas.

Penyebabnya virus dengue yang berasal dari nyamuk Aedes Aegypti. Gejala awal DBD biasanya demam tubuh antara 2-7 hari.

Bilamana pada fase hari ketiga dan keempat tidak segera ditagani, prosesnya mengakibatkan syok dan picu DSS.

Dalam ranah medis, biasanya DSS ini diikuti meningkatnya hematokrit. Serta penurunan trombosit di bawah 100.000 per milimeter kubik.

Merujuk World Health Organization (WHO), dengue shock syndrome (DSS), memiliki sejumlah gejala sebagai berikut:

  1. Demam antara 2-7 hari
  2. Muntah darah segar
  3. Denyut nadi cepat tapi lemah
  4. Hipotensi
  5. Keringat dingin
  6. Mudah lelah

 

Baca Juga: Mudik Raya 1445 H: 71 Persen Penduduk Indonesia Bakal Pulang Kampung, Madiun Sekitarnya juga Jadi Jujukan

Pencegahan Dengue Shock Syndrome (DSS)

Serupa dengan penyebaran nyamuk umumnya, DSS maupun DBD dapat dicegah dengan cara pemberantasan sarang nyamuk (PSN) berkala.

Seperti menguras, menutup dan mengubur barang-barang yang berpotensi sarang nyamuk. Atau melakukan fogging bila diperlukan. (gen/kid)

Editor : Nur Wachid
#dbd #komplikasi #aedes aegepty #demam berdarah #nyamuk #DSS #Dengue #lawu #infeksi #ponorogo