PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Hujan sehari semalam yang mengguyur Ponorogo Sabtu (9/3) lalu menyisakan bencana.
Rumah Jumeno, warga Dusun/Desa Suren, rata tanah. Menyusul rumah kayu tersebut roboh sekitar pukul 21.30 Sabtu.
Jumeno, pemilik rumah, menyebut rumahnya sempat doyong sebelum roboh. Sekitar pukul 20.00, rumah bagian belakang roboh terlebih dahulu.
Khawatir merembet hingga bangunan utama, pria 60 tahun itu mengajak istri dan anaknya mengamankan diri di teras rumah.
‘’Sempat takut kalau ambruk, jadi malam itu kami bertahan di teras dulu, sambil nunggu hujan,’’ ungkapnya.
Benar saja, sejam berselang bangunan utama kediaman berukuran 5x6 meter itu berdecit. Pun, roboh hingga rata dengan tanah.
Beruntung, seluruh keluarganya berhasil menyelamatkan diri. Sempat bermalam di masjid setempat namun, tiga anggota keluarga tersebut memilih kembali ke rumah.
Tidur di kandang kambing tak jauh dari puing-puing bangunan. ‘’Tidak kerasan, tidak bisa tidur akhirnya pulang, tidur di kandang kambing,’’ imbuh Mistri, 50, istri Jumeno.
Kemarin (10/3), warga, perangkat desa serta TNI/Polri, kerja bakti membersihkan sisa puing bangunan.
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) setempat berencana mendirikan tenda darurat untuk tinggal sementara Jumeno dan keluarganya.
‘’Desa sudah melaporkan kejadian ini ke dinas terkait. Beberapa bantuan seperti material bangunan, tenda, serta makanan mulai datang,’’ tambah Sekretaris Desa Suren, Budianto. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid