PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - Rukyatul hilal di Ponorogo belum nampak. Menyusul hasil pengamatan dan sidang isbat di Ponorogo kemarin (10/3), derajat matahari dan bulan kurang dari tiga derajat.
Ramadan 1445 Hijriah kali ini bakal kembali dimulai berbeda, antara Pemerintah maupun Nahdlatul Ulama (NU) dengan Muhammadiyah.
Kepala Kantor Kemenag Ponorogo M. Nurul Huda mengatakan, hasil hisab dilakukan Kemenag bersama sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam di Ponpes Al Islam, Desa Joresan, Mlarak.
Hasilnya, tinggi hilal hakiki 0 derajat 48 menit 28 detik. Sementara tinggi Hilal Mar'iy 0 derajat 50 menit dan 33 detik..
Di sana menunjukkan hasil penghitungan belum imkanur rukyah alias hilal belum tampak.
''Pengamatan dilakukan pada matahari terbenam pukul 17.51 dan bulan terbenam 17.54, atau dalam waktu tiga menit,'' ujarnya.
Kendati hilal belum tampak, Huda mempersilahkan bilamana ada ormas tertentu menggelar satu ramadan hari ini (11/3).
Apalagi selain penghitungan tinggi bulan, banyak metode lain yang dapat digunakan menentukan satu ramadan.
Ataupun mengikuti ketetapan hasil sidang isbat yang dilakukan pemerintah. ''Bisa juga pakai metode hisab,'' jelasnya.
Perbedaan tersebut lanjut Huda, diharapkan tidak menjadi konflik di masyarakat. Lumrah, apalagi kerukunan akan perbedaan telah menjadi dasar bangsa.
''Kami harapkan saling menghormati dan tidak menjadikan perbedaan satu ramadan ini mengganggu kerukunan bersama,'' ujarnya. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid